Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hospitality Indonesia 2019 akan kembali hadir di Jakarta International EXPO (JIEXPO) Kemayoran Jakarta, pada 23-26 Oktober 2019.

Hospitality Indonesia 2019 akan kembali hadir di Jakarta International EXPO (JIEXPO) Kemayoran Jakarta, pada 23-26 Oktober 2019.

Pameran Hospitality Indonesia Targetkan 7000 Pengunjung

IMM, Kamis, 21 Februari 2019 | 21:53 WIB

JAKARTA- Tingginya generasi milenial yang sering melakukan traveling dan wisata, membuat bisnis hospitality di Indonesia harus mulai melakukan perubahan. Karena itu Hospitality Indonesia 2019 akan kembali hadir di Jakarta International EXPO (JIEXPO) Kemayoran Jakarta, pada 23-26 Oktober 2019.

Pameran Hospitality Indonesia akan memfokuskan 3 sektor utama yaitu Furniture & Craft Indonesia, Mozaik Indonesia dan Hotel Sourcing Indonesia. Pameran ini diikuti oleh pelaku-pelaku industri di bidang furnitur dan kerajinan, desain interior, serta hotel supply yang mempunyai kapasitas untuk pengerjaan proyek-proyek seperti hotel, restoran, airport, ruang public, perkantoran.

Ajang Pameran Hospitality ini merupakan yang keduakalinya diselenggarakan. kesuksesan pertama tersbeut kami lanjutkan untuk yang kedua ini dengan target pengunjung mencapai 7000 orang atau naek dari tahun lalu sebesar 5000 pengunjung," ungkap Presiden Direktur PT TRaya Indonesia Bambang Setiawan, dalam Press Conprence, di Jakarta, Kamis (21/2).

Menurutnya, Hospitality Indonesia ini diharapkan dapat menjadi ajang bagi para desainer interior, manufaktur dan distributor furnitur, kerajinan maupun perlengkapan perhotelan untuk berjejaring dan berkembang bersama seiring pertumbuhan sektor pariwisata dan perkembangan infrastruktur tanah air yang kian kuat.  Karena itu pameran ini mengangkat tema “Engage The Future of Hospitality” yang merefleksikan kekuatan dan kolaborasi yang semakin padu dari industri yang terkait di dalamnya.  “Perkembangan industri Hospitality yang sangat cepat dalam kurun waktu empat tahun terakhir, membuat para pelaku untuk berbenah diri agar lebih menarik bagi para tamu dan pengunjung,” kata dia.

Pertumbuhan pembangunan infrastruktur baik oleh pemerintah maupun swasta di Indonesia, diiringi oleh pipeline pembangunan destinasi wisata dan perhotelan menjadikan pameran sebagai platform yang tepat untuk memenuhi supply produk dan jasa yang dibutuhkan.

Pameran ini juga akan semakin menggairahkan bisnis furnitur dan kerajinan, interior, arsitektur serta produk-produk pendukung hotel yang selama ini masih berorientasi ke manca negara, sehingga akan membuka peluang bagi para pelaku lokal memperkenalkan produknya lebih luas, tak hanya ke pasar dalam negeri namun juga ke buyers dari luar negeri.

Prospek pariwisata Indonesia 2019 sangat cerah karena travel propensity di negara-negara sumber wisman tumbuh positif. Tahun 2019 Pariwisata mematok target devisa terbesar Rp280 triliun. Selain itu, Indonesia juga membidik status terbaik semua lini di kawasan regional. Hal ini sejalan dengan pernyataan kebijakan pemerintah dan Pamor pariwisata Indonesia terus bagus, yaitu masuk sebagai 6 besar negara terindah di dunia dan 10 besar negara yang wajib dikunjungi oleh wisatawan.

Dalam pameran juga pengelola menggandeng Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) dan Indonesia Furniture Promotion Forum (IFPF). Sehingga kehadiran Hospitality 2019 bisa menjadi sarana untuk mempertemukan pengusaha hotel dengan para pelaku bisnis terkait dalam rangka menghasilkan produk berkualitas untuk memenuhi kebutuhan hotel dan restoran dalam negeri.

Interior menjadi salah satu nilai jual hotel saat ini, selain sisi fasilitas dan kenyamanan, yang menjadi daya tarik bagi tamu untuk menginap. Desain tata ruang hotel yang “instagramable” seringkali menjadi magnet bagi wisatawan untuk membagikannya ke media sosial dan internet. Untuk itulah perlu adanya perabot, hiasan dinding, dan ornamen yang sesuai dengan karakter hotel dan tren yang sedang berkembang di publik.

“Kini tantangan bagi para desainer interior tidak sekadar menciptakan desain yang sesuai dengan konsep hotel, namun juga harus mengikuti tren dan perilaku konsumen, terutama kalangan millennial  sehingga karya yang tercipta bisa dinikmati oleh para tamu yang berkunjung,” ujar Dina Hartadi, Wakil Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Pusat.

Sementara itu, konsep desain yang diperkirakan akan berkembang pada tahun ini adalah ekletik yang mana setiap individu diberikan ruang bebas berkreasi dengan desain sesuka hati. Ekletik yang diartikan sebagai percampuran berbagai konsep desain dalam satu benang merah memungkinkan penggabungan ide dari berbagai jaman. Melalui konsep ini, furnitur beda jaman bisa masuk dalam satu konsep, bahkan dengan furnitur saat ini yang lebih sarat teknologi.

“Pelaku industri furniture & craft di Indonesia memiliki komitmen yang sama-sama kuat untuk mempromosikan produk-produk berkualitas ke pasar hospitality, sehingga harapannya para project owner perhotelan bisa melihat produk lokal yang memiliki kualitas dan desain dengan standar dan berdaya saing internasional. Jadi yang terpenting adalah terciptanya kesepahaman antara kebutuhan dari hotel dengan kemampuan para supplier untuk dapat menghasilkan barang-barang untuk hotel, termasuk di dalamnya furnitur,  kerajinan, dan dekorasi,” tutur Ketua Indonesia Furniture Promotion Forum (IFPF) Erie Sasmito. (

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA