Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proyek pembangunan gedung apartemen terlihat dari ketinggian di Jakarta, Rabu (11/3/2020). Dalam tiga tahun ke depan, kurun 2020 hingga 2023, stok apartemen di Jakarta akan bertambah 49.200 unit. Dengan rata-rata pasokan baru per tahun sekitar 12.300 unit atau lebih rendah ketimbang pasokan rata-rata per tahun selama medio 2015-2019. Foto: SP/Ruht Semiono

Proyek pembangunan gedung apartemen terlihat dari ketinggian di Jakarta, Rabu (11/3/2020). Dalam tiga tahun ke depan, kurun 2020 hingga 2023, stok apartemen di Jakarta akan bertambah 49.200 unit. Dengan rata-rata pasokan baru per tahun sekitar 12.300 unit atau lebih rendah ketimbang pasokan rata-rata per tahun selama medio 2015-2019. Foto: SP/Ruht Semiono

Pasokan Apartemen Selama 2020 Hanya 2.698 Unit

Selasa, 12 Januari 2021 | 17:24 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

 

JAKARTA-Sejak lima tahun terakhir pasokan apartemen di Jakarta selama tahun 2020 yang terburuk yaitu hanya mampu menyuplai 2.698 unit dari 4 proyek apartemen dan masih jauh dari tahun 2019 lalu atau turun sekitar 72.4 %.

“Penurunan permintaan apartemen memang sudah terasa dalam beberapa tahun ini ditambah dengan Pandemi Covid-19 memang sangat terasa di tahun 2020. Secara keseluruhan total pasokan selama tahun 2020 ada 4 proyek dengan total 2.698 unit,” ungkap Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Ferry, akibat pandemi ini banyak proyek properti yang penyelesaiannya tertunda akibat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). dan sebagian ada yang dihentikan. Pada awal tahun diperkirakan pasokan apartemen tahun 2020 mencapai 11,834 unit dan terealisasi mencapai 2,698 unit. Sedangkan untuk tahun 2021 diperkirakan suplai masuk 9,469 unit dan diprediksi bakal terealisasi capai 4,014 unit. Sedangkan untuk tahun 2022 diperkirakan pasokan bakal masuk 8,336 unit dan terealisasi capai 7,843 di kuartal empat. “Memang permintaan apartemen ini selama lima tahun terakhir alami penurunan cukup tajam. Jadi tidak serta merta faktor pandemi,” katanya.

Menurutnya, tingkat serapan tahun 2020 mengalami sedikit penurunan menuju 87,2%. Hanya 1.927 unit yang terjual selama kurun waktu 2020 atau kurang dari setengah pencapaian tahun  2019 sebanyak 4,682 unit. “Terlihat ada tanda pemulihan dalam penjualan, lebih baik di kuartal 4 tahun 2020 dibandingkan kuartal sebelumnya di tahun yang sama,” ujarnya.

Sedangkan untuk harga jual sendiri, tidak ada perubahan dibandingkan kuartal 3 tahun 2020, sehingga tetap berada di Rp 35 juta, permeter persegi. Sedangkan untuk apartemen service mencapai 57,2%, atau ada kenaikan terutama untuk sewa jangka pendek untuk turis domestik.

Ferry menyatakan, pada tahun 2021 ini ini pengembang fokus untuk menyelesaikan proyek yang ada, karena masih banyak limpahan dari tahun sebelumnya. Diperkirakan mulai ada peluncuran ulang atau peluncuran beberapa proyek baru dari sebelumnya sempat tertunda. Namun jumlahnya tidak akan naik signifikan.

Pemasaran secara digital akan terus digunakan. promo menarik akan tetap teruskan karena calon pembeli masih wait and see. Diprediksi perbaikan dalam penjualan masih berlanjut walau masih terbatas. Tingkat serapan diperkirakan akan meningkat 0,5%-1% di tahun 2021.

“Banyak pengembang yang ingin menaikkan harga jual di tahun 2021 ini. Bagi mereka, sudah cukup untuk menahan kenaikan harga di tahun 2020. Sedangkan proses pembangunan masih terus berlanjut,” ujarnya.

 

Editor : Komang (komang_99@yahoo.com )

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN