Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rumah sederhana. Foto ilustrasi:Majalah Investor/UTHAN A RACHIM

Rumah sederhana. Foto ilustrasi:Majalah Investor/UTHAN A RACHIM

Pelaksanaan BP2BT Masih Berat

Imam Mudzakir, Kamis, 5 September 2019 | 19:05 WIB

JAKARTA, investor.id -Pengembang menilai, kebijakan pemerintah mengeluarkan konsep BP2BT untuk subsidi rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah masih belum jelas. Aturan ini masih memberatkan konsumen karena suku bunga yang diterapkan adalah suku bunga komersial.

“Konsumen harus nabung dulu, sampai seberapa besar, selain itu suku bunga yang diterapkan juga adalah bunga komersial untuk KPR (kredit pemilikan rumah) tentu ini kurang menarik buat konsumen dan juga pengembang,” kata Ketua DPD Himperra (Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat ) DKI Jakarta, Aviv Mustaghfirin, di Jakarta, Rabu (4/9).

Menurut Aviv, bagi masyarakat atau pekerja yang ingin memiliki rumah dengan konsep BP2BT ini, terlebih dahulu harus menabung minimal selama 6 bulan atau setahun. Kemudian, suku bunga yang bakal diterapkan adalah suku bunga komersial. Sama sepertihalnya dengan rumah mewah lainnya. Bukan suku bunga subsidi 5%.

Misalnya konsumen menabung selma setahun, kemudian ambil rumah, suku bunga tahun pertama sebesar 10%, tahun kedua 12 % dan tahun ketiga sebesar 13% dan seterusnya tentu ini sangat berat. Sama halnya dengan membeli rumah komersial. Padahal pembelinya adalah MBR. “Jadi kurang pas, kecuali suku bunga di bawah 10% masih bisa dilaksanakan,” kata dia.

Selain itu, konsumen untuk mendapatkan DP atau uang muka harus menabung terlebih dahulu dan sampai seberapa besar terkumpul dana tabungan belum jelas. “Jadi harus ad aturan sampai seberapa besar tabungan yang harus di kumpulkan baru bisa cicil rumah, sekarang belum ada,” paparnya.

Karena itu, lanjut dia, pemerintah harus memberikan kepastian yang jelas mengenai BP2BT ini, agar pengembang dan konsumen juga bisa melaksanakannya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA