Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu kegiatan program Bantuan Stimulan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Foto: dok. PUPR

Salah satu kegiatan program Bantuan Stimulan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Foto: dok. PUPR

Pemerintah Siapkan Rp 4,3 Triliun untuk Bedah Rumah

Imam Mudzakir, Kamis, 10 Oktober 2019 | 17:09 WIB

JAKARTA-Pemerintah terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH) di seluruh Indonesia. Salah satunya melalui penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah yang kini menjadi salah satu primadona bagi pemerintah daerah (Pemda) untuk meningkatkan kualitas RTLH masyarakat di daerah.

“Kami akan terus mendorong program BSPS atau bedah rumah untuk masyarakat di seluruh Indonesia. Masih banyak RTLH yang tersebar di daerah dan kota-kota besar di Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid, dalam siaran pers, di Jakarta, Kamis (10/10).

Pada 2020, Kementerian PUPR akan mengalokasikan dana senilai Rp 4,358 Triliun untuk melakukan bedah rumah terhadap 181.365 unit RTLH di seluruh Indonesia. “Program BSPS atau bedah rumah ini tampaknya jadi primadona karena banyak pemerintah daerah (pemda) yang ingin program ini dilaksanakan di daerahnya. Target perbaikan RTLH yang dilakukan oleh Kementerian PUPR kurang lebih 200.000 unit tiap tahun,” ujarnya.

Berdasarkan data Ditjen Penyediaan Perumahan, capaian program BSPS dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada 2015, Kementerian PUPR berhasil meningkatkan kualitas RTLH sebanyak 61.489 unit rumah. Tahun 2016 meningkat menjadi 96.881 unit rumah, kemudian 2017 jadi 110.732 unit rumah. Sedangkan tahun 2018 naik menjadi 195.305 unit dan tahun ini sekitar 198.500 unit rumah. “Total capaian program rumah swadaya selama lima tahun mencapai 662.907 unit rumah,” kata dia.

Menurut Khalawi, RTLH merupakan salah satu pekerjaan rumah yang sering dihadapi oleh pemda dalam mewujudkan hunian yang layak bagi masyarakat.  Pemerintah kini terus mengejar ketertinggalan backlog perumahan khususnya rumah tidak layak huni, antara lain melalui program BSPS.

Hasil yang ingin dicapai melalui kegiatan BSPS adalah rumah layak huni yang memenuhi tiga persyaratan utama. Pertama, keselamatan bangunan, meliputi komponen struktural dan nonstruktural bangunan. Kedua, kesehatan penghuni, meliputi aspek pencahayaan, penghawaan serta, ketersediaan sistem air bersih dan MCK. Ketiga adalah kecukupan minimum luas bangunan, yaitu rumah penerima bantuan  harus memenuhi luas minimum ruang gerak sembilan meter persegi per penghuni.

Khalawi menyatakan, jumlah RTLH di Indonesia berdasarkan data Kementerian PUPR mencapai 3,4 juta unit. Target RPJMN untuk penanganan RTLH selama l2015-2019 adalah 1,5 juta unit.

Meskipun targetnya cukup banyak, kata Khalawi, Kementerian PUPR berupaya melakukan pemerataan penyaluran bantuan sekitar 500 unit rumah per kabupaten/kota.Terkait dengan bantuan yang disalurkan, masyarakat penerima program BSPS akan mendapatkan pendampingan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) yang tersebar di seluruh Indonesia. “Sedangkan penyaluran BSPS akan disampaikan kepada masyarakat dalam bentuk bahan bangunan dan dananya disalurkan melalui bank penyalur dana BSPS,” kata Khalawi.

Pelaksanaan bedah rumah akan dilaksanakan apabila semua proses administrasi dan verifikasi yang dilakukan TFL selesai dilakukan di lapangan. Syarat lain adalah kesiapan masyarakat atau kelompok masyarakat yang akan melaksanakan pembangunan.

“Melalui pembentukan kelompok tersebut, masyarakat diharapkan bergotong royong dan saling membantu antarwarga untuk proses pembangunan bedah rumahnya,” tutur Khalawi.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA