Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum DPP Apersi, Junaedi Abdillah

Ketua Umum DPP Apersi, Junaedi Abdillah

Pengembang Butuh Kepastian Tambahan Kuota Subsidi Rp 1,5 Triliun

Imam Mudzakir, Kamis, 26 Maret 2020 | 20:10 WIB

JAKARTA, investor.id - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) masih menunggu kepastian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait rencana penambahan anggaraan subsidi sebesar Rp1,5 triliun.

“Stimulus pemerintah untuk rumah subsidi sebesar Rp1,5 triliun ini sebenarnya sudah bulan lalu dan juga sudah disampaikan oleh Menteri Keuangan dan dipertegas lagi oleh presiden melalui stimulus,” kata Ketum Apersi, Junaidi Abdillah dalam pesan singkat, kepada Investor Daily, di Jakarta, Kamis (26/3).

Menurut Junaidi, komitmen pemerintahan Jokowi sudah cukup bagus untuk sektor properti, di tengah situasi kondisi ekonomi yang menurun akibat dari meluasnya covid-19. Namun sampai saat ini belum ada tindakan dan statemen jelas, apakah anggaran tersebut sudah diterima apa belum. Karena saat ini masih banyak pengembang yang belum bisa akad kredit karena masalah anggaran yang terbatas.

“Artinya, komitmennya sangat bagus dan perlu diapresiasi, permasalahannya sampai dengan sekarang kita belum ada tanggapan serius dari kementrian PUPR dalam hal ini Dirjen pembiayaan perumahan  atas stimulan yg dikeluarkan bapak presiden,” kata dia.

Junaidi mengatakan, industri sektor properti terutama rumah subsidi suplai dan demand masih banyak. Harapan agar program satu juta rumah tetep berjalan dengan baik dan dapat memenuhi kepentingan para pihak seperti MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), perbankan dan pengembang. Sepatutnya Dirjen yang terkait tidak membuat aturan yang menyulitkan dan sangat disayangkan stimulan yang disampaikan presiden, kurang dapat suport dari Dirjen terkait kemudahan.

“Kondisi yang sangat sulit saat ini, sepatutnya jangan membuat aturan yang menyulitkan buat MBR, Perbankan dan pengembang sehingga industri perumahan tetep berjalan dengan baik. Kami mengingatkan ke pemerintah selain dampak covid-19, industri perumahan bisa menggerakkan industri ikutan dan sangat potensial menggerakkan perekonomian dikondisi sekarangg, jangan dihambat dengan aturan yang suli,” kata Junaidi.

Sebelumnya, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat merilis bahwa, program rumah subsidi dengan skema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) berjalan sesuai dengan target. Dimana pada kuartal pertama penyalurannya capai 8.550 unit rumah.

Penyaluran FLPP ini menggunakan metode aplikasi Sistem Infromasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) bagi MBR. Tercatat bahwa hingga per 19 Maret 2020 telah mencapai 8.550 unit rumah disalurkan dengan nilai Rp861,43 miliar.

Angka tersebut terus meningkat jika dilihat pencairan sejak awal tahun 2020, pada Bulan Januari FLPP yang telah disalurkan sebanyak 32 unit rumah, kemudian Bulan Februari mencapai 3.192 unit rumah, angka tersebut terus bertambah hingga bulan Maret berjalan yang saat ini telah mencapai total sebanyak 8.550 unit rumah.

“Terobosan pemerintah menciptakan aplikasi SiKasep dalam penyaluran FLPP ini tidak lain adalah bentuk dukungan penuh pemerintah untuk memastikan ketepatan sasaran penyaluran FLPP kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Melalui aplikasi SiKasep, maka penyaluran FLPP dapat terpantau dengan baik sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin.

PPDPP telah memproyeksikan anggaran tahun ini sebesar Rp11 triliun yang terdiri dari Rp9 triliun anggaran 2020 dan Rp2 triliun dari pengembalian pokok. Anggaran tersebut dapat didistribusikan dengan baik kepada seluruh mitra bank pelaksana penyalur FLPP hingga akhir tahun 2020 dengan pertimbangan kuota yang merata tiap bank pelaksana sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan berdasarkan data yang disajikan pada aplikasi SiKasep.

Tercatat dalam database PPDPP per 19 Maret 2020, masyarakat yang telah menggunakan aplikasi SiKasep mencapai 115.415 pengguna terdaftar sebagai calon debitur, yang diantaranya sejumlah 42.923 pengguna dinyatakan lolos subsidi cheking dan 35.116 pengguna sedang dalam tahap verifikasi oleh bank pelaksana. Data tersebut menunjukkan tingginya antusiasme terhadap masyarakat aplikasi ini.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN