Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangunan Rumah Murah

Pembangunan Rumah Murah

Pengembang Menanti Harga Baru Rumah Subsidi

IMM, Senin, 3 Juni 2019 | 11:46 WIB

JAKARTA - Pengembang properti yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) berharap pemerintah memberikan kepastian kepada pengembang terkait harga bar u rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Ya sampai sekarang kami menunggu, katanya masih dua minggu lagi aturan itu akan turun, tapi sampai sekarang belum keluar. Patokan harga rumah baru subsidi menjadi kepastian hukum untuk menentukan penjualan harga rumah. Saat ini, kami masih menjual hunian dengan menggunakan harga lama,” kata ketua DPP REI Soelaeman ‘Eman’ Soemawinata, di Jakarta, baru baru ini.

Eman menegaskna, belum diputuskannya harga baru rumah subsidi ini berdampak dari program pembangunan rumah, terutama rumah MBR sehingga dapat berdampak pada raihan Program Sejuta Rumah (PSR).

“Pasalnya pengembang masih menahan diri, sambil menunggu aturan baru. Kalaupun masih ada penjualan rumah subsidi, lebih karena faktor agar keuangan dari perusahaan pengembang tersebut tetap jalan dan agar tidak merugi,” katanya.

Di sisi lain, kata Eman, kebutuhan rumah MBR paling terbesar saat ini masih berada di Jawa Barat. Hal itu mengingat provinsi tersebut memiliki jumlah penduduk yang lebih besar dan juga pendapatan yang terbatas dengan tingkat urbanisasi yang cukup tingggi.

“Kalau tidak segera di keluarkan, takutnya berdampak kepada target sejuta rumah yang saat ini sedang dikembangkan pemerintah tidak tercapai,” kata dia.

Ketua Real Estat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata. Foto: rumahhokie.com
Ketua Real Estat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata. Foto: rumahhokie.com

 

Target PSR

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan menyatakan bahwa hingga Mei 2019, realisasi pembangunan PSR sebanyak 400.500 unit. “Pada 2019, pemerintah menargetkan pembangunan 1.250.000 rumah,” ujar Direktur Rumah Umum dan Komersial Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Moch. Yusuf Hariagung, dalam publikasinya di Jakarta, baru-baru ini.

Dia menjelaskan, PSR merupakan program bersama yang dicanangkan oleh Presiden RI sebagai upaya mengatasi permasalahan perumahan, khususnya terkait dengan backlog perumahan dan rumah tidak layak huni.

Dalam program ini, konsepnya adalah para pemangku kepentingan wajib menyediakan 60-70% perumahan bagi MBR dan 30-40% bagi non-MBR.

“Stakeholder_mencakup pemerintah pusat, pemerintah daerah, non-pemerintah, pengembang, dan masyarakat,” terangnya.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, pernah mengatakan, tahun ini pemerintah pusat mengalokasikan anggaran pembangunan untuk program penyediaan perumahan sebanyak Rp 7,57 triliun. Anggaran tersebut nantinya dipergunakan untuk pembangunan fisik rumah sekitar 215.503 unit.

Khalawi mengatakan, ada beberapa program pembangunan perumahan yang akan dilaksanakan oleh PUPR. Program tersebut adalah pembangunan  rumah susun (Rusun) sebanyak 6.873 unit dengan alokasi dana Rp 2,62 triliun.

Kedua, rumah swadaya 206.500 unit dengan alokasi dana Rp 4,28 triliun. Lalu, program ke tiga adalah pembangunan 2.130 unit rumah khusus (rusus) dengan alokasi dana Rp 551,25 miliar dan ke empat adalah bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) seperti jalan lingkungan untuk perumahan bersubsidi sebanyak 13.000 unit dengan dana sekitar Rp 123,8 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA