Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Joko Suranto, founder Buana Kassiti Group

Joko Suranto, founder Buana Kassiti Group

Perbankan jadi Kunci Kebangkitan Properti

Jumat, 19 Februari 2021 | 19:48 WIB
Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Jakarta, Investor.id – Perbankan diminta melonggarkan aturan terkait sektor properti sehingga mampu mendorong kebangkitan industry properti. Pelonggaran itu juga dinilai mampu melengkapi kebijakan Bank Indonesia (BI) yang melonggarkan loan to value (LTV) 100%.

“Perbankan menjadi kata kunci kebangkitan ekonomi nasional, termasuk kebangkitan industri properti,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Buana Kassiti, Joko Suranto kepada Investor Daily, Jumat (19/2/2021).

Dia mengatakan, relaksasi LTV sehingga uang muka (down payment/DP) pembelian properti bisa 0%, harus direspons proaktif oleh perbankan. Pelonggaran aturan perbankan menjadi sangat penting bagi developer, termasuk bagi konsumen yang akan membeli rumah. “Relaksasi BI tidak efektif bila tidak ada kemauan perbankan untuk merelaksasi aturan. Penurunan suku bunga KPR oleh perbankan hanya salah satu aspek, tapi kalau prosesnya masih ketat sama saja,” ujar Joko Suranto.

Peran perbankan, tambahnya, amat membantu pengembang properti yang kini terdampak pandemi Covid-19. Peran itu termasuk dalam proses restrukturisasi utang pengembang yang tengah kesulitan akibat melemahnya sektor properti sebagai buntut pandemi.

Joko Suranto juga berharap ada solusi atas ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 72 tentang Pengakuan Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan. “PSAK 72 harus ada solusi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus memberi dorongan secara riil terutama soal pencadangan,” ujar dia.

Terpisah, Ayu Pertiwi, vice president Consumer Loans PT Bank Mandiri Tbk mengatakan, prinsip kehati-hatian sangat penting bagi bank. “Bahkan, prinsip itu juga sangat penting bagi pengembang,” ujarnya, dalam jumpa pers virtual, Jumat (19/2/2021).  

Menurut Yanti Setiawan, direktur departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, BI perlu melakukan dorongan bagi sektor proeperti, lewat kebijakan relaksasi di antaranya LTV 100%. BI beri pelonggaran LTV KPR dan KPR syariah untuk bank yang non performing loan (NPL) nya di bawah 5% dapat memberikan LTV 100%.

“Untuk yang tidak memenuhi itu, dilonggarkan tapi ada pembatasan,” ujar dia, dalam diskusi virtual Dukungan Perbankan dan Regulator di Sektor Properti dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional, Jumat (19/2/2021).

Editor : Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN