Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI)

Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI)

Pertumbuhan Sektor Properti Berdampak terhadap Makro Ekonomi

Kamis, 26 November 2020 | 06:54 WIB
Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id) ,Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan, pertumbuhan sektor properti berdampak besar bagi pertumbuhan makro ekonomi Indonesia, meski nilainya masih kecil. Karena itu, keberpihakan pemerintah terhadap sektor ini perlu ditingkatkan.

“Sektor properti memiliki domino efek terhadap 175 industri turunan dan 350 UMKM yang terlibat dalam properti. Tentu ini domino efeknya juga terhadap pertumbuhan makro ekonomi Indonesia,” ungkap Totok dalam diskusi virtual Economic Outlook2021 dengan tema Membangkitkan Industri Properti yang digelar Berita Satu Media Holding (BSMH) bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Rabu (25/11).

Diskusi yang dipandu oleh COO BeritaSatu Media Holdings Anthony Wonsono ini juga menghadirkan pembicara Chief Executive Officer (CEO) PT Lippo Karawaci Tbk John Riady, Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Properti dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah, Managing Director Lamudi.co.id Mart Polman, Director of Consumer & Commercial Lending PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk Hirwandi Gafar, dan Sekjen Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/ BPN) Himawan A Sugoto.   

Chief Operating Of cer of Berita Satu Media Holdings Anthony Wonsono (kiri) bersama para pembicara diantaranya Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Himawan Arief Sugoto, Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia Paulus Totok Lusida,
CEO PT Lippo Karawaci Tbk John Riady, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia Junaidi Abdillah, Direktur Consumer and Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar dan Managing Director Lamudi.co.id Mart Polman dalam acara virtual
conference Economic Outlook 2021 hari kedua sesi kedua dengan tema Kebangkitan Properti Indonesia live streaming di Beritasatu TV, Selasa (25/11/2020). Acara ini terselenggara atas kerja sama Berita Satu Media Holdings dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Chief Operating Of cer of Berita Satu Media Holdings Anthony Wonsono (kiri) bersama para pembicara. dalam acara virtual conference Economic Outlook 2021 hari kedua sesi kedua dengan tema Kebangkitan Properti Indonesia live streaming di Beritasatu TV, Rabu (25/11/2020). Acara ini terselenggara atas kerja sama Berita Satu Media Holdings dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Menurut Totok, dari 6.000 anggota REI, sebanyak 60% lebih adalah developer yang membangun rumah sederhana, yang hanya mampu mengembangkan lahan seluas 1-2 hektare.

Pada tahun 2020 yang direncanakan bangkit dan terkena imbas pan demi Covid-19 ini sangat ber dampak terhadap sektor properti, terutama dalam mewujud kan program sejuta rumah (PSR).

“Target REI tahun 2020 membangun rumah sederhana sebanyak 239 ribu unit rumah, tetapi kenyataan sampai hari ini pembangunan rumah murah itu turun hingga 30-40%. Hal ini disebabkan adanya Covid-19,” kata Totok.

Prospek bisnis properti tahun 2020
Prospek bisnis properti tahun 2020

Menurutnya, banyak konsumen end user yang sudah siap untuk membeli rumah, akhirnya menunda terlebih dahulu realisasinya, karena banyak pekerja yang bekerja di rumah, termasuk juga pendapatan yang diterimanya.

“Karena itu, kami usulkan kepada pemerintah dan perbankan untuk menunda pembayaran angsuran, agar end user ini memiliki rumah yang di idamkannya,” kata dia.

Dia berharap dengan adanya vaksin Covid-19 memberikan angin segar bagi sektor properti dan peluang masyarakat bekerja dan memiliki penghasilan bisa kembali membayar angsuran ataupun juga membeli rumah.

Apalagi, kata Totok, saat ini backlog perumahan masih mencapai 11,5 juta unit rumah dan ada lebih dari 3,5 juta penambahan penduduk setiap tahun.

“Kalau pemerintah berencana akan membangun 1,5 juta rumah selama lima tahun ya realistis kalau ada program 1 juta rumah. Artinya, setiap tahun pemerintah akan subsidi 300 ribu rumah bagi MBR,” katanya.

Karena itu, REI mendukung rencana Kementerian ATR/ BPN untuk mempercepat proses pembuatan PP (peraturan pemerintah) turunan dari UU Cipta Kerja, seperti RPP (Rancangan Peraturan Pemerintah) Penataan Ruang, Bank Tanah, RPP Tanah Terlantar dan Kepemilikan hunian bagi Asing. (jn)

Baca juga

https://investor.id/business/2021-industri-properti-tumbuh-30

https://investor.id/business/pemerintah-berkomitmen-permudah-perizinan

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN