Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Program Amnesti Pajak Belum Berdampak ke Sektor Properti

Oleh Edo Rusyanto dan Agustiyanti, Selasa, 14 Februari 2017 | 14:10 WIB

Menurut Direktur Intiland Development Theresia Rustandi, program amnesti pajak sejauh ini belum berdampak terhadap sektor properti. “Kami berharap tahun ini aliran dana repatriasi mulai masuk ke sektor properti,” tutur dia.

Yuyu Kasim mengakui hal yang sama. “Program amnesti pajak belum terasa dampaknya. Bisa jadi karena dana repatriasi belum banyak yang masuk ke dalam negeri, misalnya karena aturan penempatan investasinya masih mengambang,” papar dia.

Direktur Ciputra Property Artadinata Djangkar mengungkapkan, saat ini masih sulit disimpulkan apakah sudah ada dana repatriasi yang masuk ke sektor properti dalam jumlah besar. “Padahal, para peserta tax amnesty justru lebih mudah berinvestasi di sektor properti,” ujar dia.

Direktur Riset Colliers International Indonesia Ferry Salanto menjelaskan, dana repatriasi belum banyak masuk ke sektor properti karena kemungkinan instrumen atau sektor lain menawarkan imbal hasil (yield) yang lebih tinggi. “Tapi saya yakin dalam 2-3 tahun ke depan, dana-dana tersebut akan banyak masuk ke sektor properti,” ucap dia.

Direktur Riset Savills Indonesia Anton Sitorus juga mengakui, sektor properti belum terimbas program amnesti pajak, khususnya dari dana repatriasi. “Awalnya, respons terhadap kebijakan itu cukup bagus, namun belakangan berkurang. Itu karena uangnya masih di bank, belum mengalir ke sektor riil. Masih disimpan di tabungan, surat berharga, dan deposito,” papar dia.

Dia menambahkam, para investor masih bersikap wait and see, terutama yang terkait dengan kondisi sosial politik. “Kondisi sosial politik saat ini membuat investor tidak mau mengambil risiko. Tapi kemungkinan mereka mulai mengalirkan dana-dana repatriasi ke sektor properti pada semester II-2017,” tutur dia.

Perihal penerbitan dana investasi real estat (DIRE) untuk menyerap dana-dana repatriasi, sejumlah pengembang mengaku masih menimbang-nimbang. Mereka memilih waktu yang tepat sebelum masuk ke pasar. “Kami masih lihat-lihat kondisi pasar. Belum tahu apakah tahun ini akan menerbitkan DIRE atau tidak,” papar Artadinata.

Hal senada dilontarkan Theresia dan Ronald. Intiland bahkan mengaku sudah mengantongi rencana untuk menerbitkan DIRE. “Rencana ada, namun kami masih mengamati perkembangan DIRE,” ujar dia.

Anton Sitorus mengakui, minat pengembang properti untuk menerbitkan DIRE cukup tinggi. “Ada yang berniat menerbitkan DIRE selain Lippo, ada beberapa dalam rangka diversifikasi bisnis,” ucap dia. (bersambung)


Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/dana-repatriasi-masih-di-bank/156560

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA