Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangunan rumah. Foto: PUPR

Pembangunan rumah. Foto: PUPR

Program Sejuta Rumah Capai 3,5 juta Selama 2015-2018

Imam Mudzakir, Minggu, 11 Agustus 2019 | 16:29 WIB

JAKARTA, investor.id -Pemerintah menargetkan Program Sejuta Rumah pada periode 2015-2019 sebanyak 5 juta unit. Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada 29 April 2015 lalu capaian program sejuta rumah selama kurun waktu 2015-2018 telah mencapai 3,5 juta unit rumah.

“Secara keseluruhan selama periode 2015-2018 telah terbangun 3.542.318 unit rumah dengan komposisi 70% rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 30% rumah non MBR,” ungkap Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi A. Hamid, di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Khalawi, pemerintah akan terus berupaya maksimal untuk mewujudkan program PSR tersebut. Secara bertahap capaian Program Sejuta Rumah terus ditingkatkan dari 904.758 unit di tahun 2015 menjadi 1.132.621 juta unit pada tahun 2018. Pada tahun 2019, Kementerian PUPR menargetkan capaian Program Sejuta Rumah lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, yakni sebanyak 1,25 juta rumah.

“Jadi masalah perumahan ini sangat komplek. Oleh karena itu dengan Program Sejuta Rumah bertujuan menggerakan seluruh stakeholder di bidang perumahan baik pemerintah pusat, swasta, dan masyarakat bersama-sama untuk membangun rumah, khususnya MBR,” katanya.

Satu sisi, kata dia, tingginya kebutuhan rumah setiap tahunnya, ke depan perlu ada penguatan dan inovasi Program Sejuta Rumah. Apalagi tantangan kedepan antara lain adalah ketersediaan lahan di kawasan strategis yang sulit di dapat untuk dibangun rumah bagi MBR.

Namun demikian kata Khalawi, dari berbagai penilaian, Program Sejuta Rumah masih tetap relevan untuk dilanjutkan pada periode 2020-2024. Selain itu juga masih tingginya angka backlog perumahan sekitar 7,6 juta unit ditambah kebutuhan rumah baru per tahunnya mencapai 500-700 ribu unit.

“Tingginya kebutuhan rumah yang harus dipenuhi memerlukan kerjasama seluruh stakeholder, terobosan, dan inovasi guna memperkuat program tersebut,” kata dia.

Sementara  capaian program Sejuta Rumah status per 5 Agustus 2019 mencapai angka 735.547 unit. Jadi pemerintah mempunyai target tahun 2019 untuk mendongkrak kekurangan dari total akumulatif menjadi 5 juta unit.

“Kita bisa capai kurang lebih 4,79 juta atau 94% dari total target. Jadi kurangnya tidak terlalu banyak. Sektor perumahan juga cukup tinggi sumbangannya terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Khalawi.

Salah satu cara yang telah dilakukan adalah pembangunan rusun dekat dengan stasiun kereta atau Transit Oriented Development (TOD) dan rusun dengan kombinasi pasar seperi Rusun Pasar Rumput setinggi 25 lantai berjumlah tiga menara. 

“Sebagai contoh rusun TOD Rawa Buntu dari 6 menara dibangun, 4 menara komersial dan 2 menara untuk MBR. Sementara model Rusun Pasar Rumput, adalah terobosan dimana sebelumnya tanah digunakan hanya untuk pasar, sekarang pasar dengan hunian. Mereka yang berjualan tidak perlu pulang jauh, bisa tinggal di rusun,” jelas Khalawi.

Pembentukan bank lahan juga bisa menjadi opsi agar Pemerintah memiliki lahan untuk pembangunan rumah terjangkau. Dari segi regulasi perlu terus didorong untuk mempercepat dan menyederhanakan proses perizinan. Inovasi dalam pembiayaan perumahan diperlukan seperti skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Perumahan (BP2BT) dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) serta Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) perumahan yang dikembangkan Kementerian PUPR.

“Kementerian PUPR juga terus memperluas jangkauan MBR melalui penyediaan rumah berbasis komunitas, Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri," ujarnya.

Selain itu langkah penguatan Program Sejuta Rumah ke depan adalah penetapan zona permukiman MBR yang sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), perluasan fasilitas pembiayaan dan penghapusan PPN dan penetapan batasan harga jual rumah subsidi dan revisi Kepmen Kimpraswil 403/KPTS/M/2002 yang berkaitan dengan upaya Kementerian PUPR dalam menjaga kualitas rumah MBR.

Sumber : Jakarta Globe

BAGIKAN