Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Real Estat Indonesia (REI), Paulus Totok Lusida. Sumber: BSTV

Ketua Real Estat Indonesia (REI), Paulus Totok Lusida. Sumber: BSTV

Properti di Bawah Rp1 Miliar Masih Jadi Tren di 2021

Rabu, 25 November 2020 | 23:18 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengaku optimistis bisnis properti pada tahun 2021 bakal bangkit kembali. Terutama harga properti di bawah Rp1 miliar, hal tersebut terlihat di kuartal III ada peningkatan permintaan dan juga penjualan properti.

“Pada saat New Normal, properti mulai booming terutama di harga 1 miliar ke bawah. Sehingga bisnis properti tahun 2020 ini bisa menjadi acuan kita di tahun 2021,” ungkap Totok Lusida, dalam dalam acara  Economic Outlook 2021 dilaksanakan oleh Beritasatu MediaHolding bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, secara Virtual, Rabu (25/11)

Totok menyebutkan bahwa, Sektor properti pada masa new normal memperlihatkan adanya pergeseran. Dimana pada kuartal III 2020, penjualan properti dengan harga di bawah Rp 500 juta mengalami penurunan, sementara di atas Rp 500 juta sampai Rp1 miliar ada peningkatan.

Data REI menyebutkan harga rumah di bawah Rp300 juta pada kuartal III 2020 ada penurunan 33,9% dibandingkan pada kuartal II -2020 sebesar 38.3% artinya ada penurunan 4 %. Begitu pula harga rumah dengan harga Rp300 jutaan sampai Rp 500 jutaan ada penurunan. Pada kuartal III hanya 15.3% turun dari kuartal II sebesar 22.3% atau turun 6%.

“Penjualan di Segmen bahwa kurang dari Rp500 juta mengalami penurunan. Masyarakat golongan menengah bawah diperkirakan menjadi golongan yang paling terdampak saat pandemi yang membuat tingkat permintaan di segmen ini pun menurun,” katanya.

Sedangkan harga rumah Rp 500 jutaan hingga Rp1 miliar ada peningkatan. Kuartal III 33.8% naik dari kuartal II hanya 25.3%. artinya ada kenaikan sebesar 8.5%. Sementara harga properti di atas Rp1 miliar juga ada peningkatan kuartal III sebesar 16.9% naik dari 2.9% dari kuartal II hanya 14.1%.

“Terlihat di segmen harga Rp 500 jutaan keatas dengan kenaikan yang bervariasi, meskipun diperkirakan pasar bergeser ke harga yang lebih rendah,” jelasnya.

Totok mengatakan, booming properti itu dianggap positif, meskipun itu masih kecil, dibanding dengan usaha lainnya. Karena itu REI akan mempertahankan minat market ini agar efek domino di atas 1 miliar terhadap nilai di bawah 300 jutaan sangat kuat. Hal ini dikarenakan saling terkait antar rumah sederhana, rumah menengah dan rumah mewah.

“Properti optimistis bangkit, kenapa itu terjadi karena ada stagnasi harga sejak tahun 2013 -2020. Harga properti di Indonesia sangat murah dibandingkan harga properti di Asean. Kita tidak ngomong dunia, di Asean saja kita paling murah, membuat para investor mulai melakukan investasi baru  bidang properti dan  banyak terjadi di Banten dan beberapa daerah lain, seperti Tangsel untuk membuat investasi kawasan baru,” ujarnya.

“Semua ini bisa jalan dan konstan bila pemerintah mempermudah perizinan, termasuk penataan ruang dalam UU Cipta Kerja,” kata Totok.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN