Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Basuki Hadimuljono. Foto: IST

Basuki Hadimuljono. Foto: IST

PUPR Anggarkan Rp35 Miliar Bedah Rumah di Babel

IMM, Selasa, 14 Mei 2019 | 17:21 WIB

JAKARTA-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan padaa tahun 2019 ini mengalokasikan sebesar Rp35 miliar untuk program bedah rumah dan rumah khusus bagi masyarakat berpengahsilana rendah (MBR) di Bangka Belitung.

“Untuk program prioritas di tahun 2019, salah satunya akan melanjutkan program Bedah Rumah yang akan dibangun di Bangka Belitung dengan anggaran Rp35 miliar,” kata kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam publikasinya, Jakarta, Selasa (14/5).

Menurutnya, anggaran bedah rumah tersebut diperkirakan dibagi menjadi  2.000 unit yang tersebar di Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Selatan, kabupaten Bangka Barat, kabupaten Bangka Tengah, dan Kabupaten Bangka Timur dengan anggaran Rp 35 miliar.

Selain itu juga terdapat Program Pembangunan Prasarana Sarana Umum (PSU) bagi pengembang perumahan MBR dengan target 320 unit yakni di Kabupaten Bangka Tengah sebanyak 220 unit dan Kota Pangkal Pinang sebanyak 100 unit dengan anggaran Rp 2 miliar.

Seperti diketahui bahwa pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp13, 16 miliar untuk pembangunan rumah khusus bagi nelayan di kawasan Bangka Belitung. rumah yang dibangun rumah tidak layak huni bagi MBR melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau dikenal Bedah Rumah termassuk di Bangka Belitung.

Dalam penyediaan rumah layak, PUPR telah menyelesaikan pembangunan rumah khusus (Rusus) nelayan di Kabupaten Belitung Timur sebanyak 100 unit Tipe 36 dengan biaya Rp 8,2 miliar.  Selain itu juga dibangun Rusus Nelayan sebanyak 50 unit tipe 28 di Desa Baru Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur dengan biaya Rp 5,14 miliar.

Pemerintah, kata Basuki terus membantu hunian yang layak bagi MBR melalui program BSPS atau Bedah Rumah sebanyak 1.055 unit pada tahun 2018 yang lokasinya tersebar di 3 Kabupaten. Bedah rumah telah dilaksanakan di Kabupaten Belitung Timur sebanyak 298 unit, di Kabupaten Bangka Tengah sebanyak 390 unit, dan di Kabupaten Bangka Selatan sebanyak 367 unit.

Kemudian juga dibangun tiga Rusun yakni Rusun Aparatur Sipil Negara (ASN) terdiri dari 1 menara dengan jumlah 42 unit kamar tipe 36 dan Rusun nelayan di Kabupaten Bangka sebanyak 1 menara dengan jumlah 42 unit tipe 36 di Kabupaten Bangka.

Rusun ketiga yakni Rusun Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) Pangkal Pinang berada di Kabupaten Bangka Tengah berupa 1 menara dengan jumlah unit 42 kamar tipe 36 dengan anggaran Rp 13,1 miliar.

Belum lama ini juga, PUPR telah melakukan bedag rumah, sebanyak 1200 unit rumah tidak layak huni di Kabupaten Pandeglang. “PUPR akan terus mendorong pembangunan rumah yang layak huni untuk masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat yang rumahnya tidak layak huni akan di “bedah” menjadi layak huni dengan program BSPS,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid.

Berdasarkan data yang ada di Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR hingga akhir tahun 2018 lalu, jumlah rumah tidak layak huni di Indonesia mencapai angka 3,4 juta unit. Untuk menangani hal tersebut, pemerintah melalui program BSPS sejak tahun 2015 hingga 2018 telah mampu mengurangi jumlah rumah tidak layak huni sebanyak 987.047 unit.

Jenis dan besaran dana bantuan menurut Keputusan Menteri PUPR Nomor 158/KPTS/M/2019 tentang besaran nilai dan lokasi BSPS terbagi menjadi dua. Pertama adalah peningkatan kualitas rumah swadaya (PKRS) di daerah provinsi sebesar Rp 17,5 juta. Rinciannya adalah bantuan bahan bangunan Rp 15 juta dan upah kerja 2,5 juta.

Adapun PKRS khusus di pulau-pulau kecil dan pegunungan di provinsi Papua dan Papua Barat adalah Rp 35 juta yang terdiri dari bahan bangunan Rp 30 juta dan upah kerja Rp 5 juta. Sedangkan yang kedua adalah Pembangunan Baru Rumah Swadaya (PBRS) total bantuannya Rp 35 juta yang terdiri dari bahan bangunan Rp 30 juta dan sisanya untuk upah kerja sebesar Rp 5 juta. 

“Bantuan stimulan untuk pembangunan baru yaitu Rp 35 juta dan Rp 17,5 juta untuk peningkatan kualitas. Jumlahnya memang tidak terlalu banyak, tapi kami mendorong keswadayaan masyarakat dalam membangun rumahnya secara bergotong royong. Pengerjaannya nanti juga dilakukan secara swadaya dan saling membantu antar warga,” terangnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN