Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu program Kementerian PUPR bedah rumah

Salah satu program Kementerian PUPR bedah rumah

PUPR Bedah 300 Rumah Tak Layak Huni di Demak

Kamis, 10 September 2020 | 08:40 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Penanganan Permasalahan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terus dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program yang bertujuan untuk memperbaiki rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) ini diharapkan mampu mengurangi angka RTLH di Indonesia.

“Pada Tahun 2020, PUPR menyalurkan Program BSPS di Kabupaten Demak sebanyak 300 unit rumah. Bantuan tersebut berupa perbaikan rumah hingga menjadi rumah yang layak huni,” kata PPK Swadaya SNVT Penyediaan Perumahan Jawa Tengah, Ahmad Fahmi, dalam siaran pers, Kamis (10/9).

Rumah yang mendapat bantuan dipasangi peneng BSPS.  Pemasangan Peneng juga menjadi simbol bahwa rumah masyarakat tersebut sudah menjadi layak huni dan telah mendapatkan program BSPS.

Fahmi menjelaskan, penyaluran program BSPS tersebar 12 Desa di Kecamatan Bonang yaitu, Desa Betahwalang, Desa Gebang, Desa Krajanbogo, Desa Morodemak, Desa Poncoharjo, Desa Purworejo, Desa Serangan, Desa Sukodono, Desa Sumberejo, Desa Tridonorejo, Desa Weding, Desa Wonosari yang mendapatkan alokasi masing-masing 25 unit rumah. Dengan jumlah alokasi tersebut, Kabupaten Demak memiliki progress paling tinggi di Jawa Tengah dengan nilai persentase 98,1%.

“Kami berharap dengan prestasi yang dimiliki Kabupaten Demak, mampu membuat Kab/Kota lain lebih semangat lagi untuk mengejar progress 100% dengan lebih cepat. Sehingga Jawa Tengah mampu segera menyelesaikan permasalahan RTLH.” harapnya.

Bupati Kabupaten Demak M. Natsir mengutarakan, pemda akan mendukung seluruh program pemerintah.

“Kabupaten Demak masih memiliki sejumlah permasalahan terkait RTLH, harapannya kami terus mendapatkan program bantuan untuk mengatasi masalah ini, salah satunya BSPS,” ujarnya.

Salah satu penerima bantuan program ini, Atik Muslikah mengungkapkan bahwa dirinya sangat antusias mendapatkan bantuan tersebut.

“Saya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada semua pihak yang terlibat, dengan adanya bantuan ini, saya dan keluarga sepakat untuk membuat rumah kami lebih layak dan lebih bagus untuk dihuni agar hidup kami lebih aman, nyaman dan damai,” ujar Atik.

Atik menjelaskan, sebelumnya rumah yang dihuni hanya berupa dinding papan, lantai tanah, dan minim pencahayaan dan sirkulasi udara.

Di tahun 2020, Kementerian PUPR mengalokasikan 17.450 unit rumah di Jawa Tengah untuk ditingkatkan kualitas rumahnya. Pelaksanaan dilakukan 3 tahap, Tahap 1 sebanyak 10.450 unit, Tahap 2 sebanyak 5000 unit dan Tahap 3 sebanyak 2000 unit rumah. Setiap penerima bantuan mendapatkan nilai bantuan Rp 17,5 juta rupiah yang terbagi Rp 15 juta untuk material bangunan dan Rp 2,5 juta untuk pekerja.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN