Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jumpa pers persiapan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (7/8/2019). (Investor Daily/Imam Mudzakir)

Jumpa pers persiapan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (7/8/2019). (Investor Daily/Imam Mudzakir)

PUPR Dorong Pembangunan Rumah Berbasis Komunitas

Imam Mudzakir, Kamis, 8 Agustus 2019 | 11:40 WIB

JAKARTA, investor.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong pembangunan rumah subsidi berbasis komunitas akan ditingkatkan. Hal ini menyusul dengan suksesnya pembangunan rumah berbasis komunitas di beberapa lokasi.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid mengatakan, program rumah murah untuk sektor informal ini memiliki banyak potensi yang bisa dimanfaatkan.

Sebut saja, program rumah bagi Komunitas Pemangkas Rambut atau yang dikenal dengan tukang cukur rambut asal garut (Asgar) yang ada di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kemudian perkumpulan tukang bakso dan lainnya yang mendapatkan rumah murah, berdampak posiitf bagi masyarakat. Apalagi, program rumah subsidi berbasis komunitas ini mendapatkan instruksi khusus dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

“Sekarang ini tercatat ada 7 juta orang anggota tukang cukur rambut. Coba bayangkan, kalau mereka bisa massal membangun perumahan di seluruh kota, itu luar biasa. Jadi program ini bukan lagi sejuta atau dua juta rumah dalam setahun, tapi tujuh juta,” kata Khalawi saat jumpa pers persiapan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Menurut dia, pemerintah terus melakukan upaya kepada masyarakat kurang mampu ini untuk bisa memiliki rumah dengan berbagai skema yang dilakukan mulai dari skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) melalui bank yang sudah ditunjuk oleh Kementerian PUPR. Kemudian ada program Subsisi Selisih Bunga (SSB), Bantuan Uang Muka (BUM), program bedah rumah, pembangunan rusunawa dan lainnya.

Khalawi menambahkan, pemerintah juga akan bekerja sama dengan stakeholder seperti pengembang untuk mensukseskan progam sejuta rumah dengan membangun rumah bagi komunis ini. Sebab, dari sisi pembiayaan termasuk perbankan sudah siap seperti BTN.

“Saat ini BTN sudah membaca hal tersebut dengan segera memfasilitasinya dengan kredit tanah maupun konstruksi. Sementara subsidinya pun dibantu oleh FLPP,” kata dia.

Sementara itu, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, pemerintah juga meminta kepada pengembang perumahan subsidi untuk tetap menjaga kualitas bangunan rumah yang dikerjakannya. “Jangan sampai rumah yang dibeli masyarakat dengan KPR selama 20 tahun, belum usia lima tahun sudah rusak,” kata dia.

Hal ini juga terkait banyaknya laporan dari konsumen baik yang disalurkan lewat YLKI dan lainnya, bahwa rumah yang dibangun itu tidak memenuhi kualitas yang telah disesuaikan oleh kementerian PUPR.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN