Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rumah susun

Rumah susun

PUPR Habiskan Anggaran Rp 16,81 Miliar untuk Bangun Rusun STAH Bali

Kamis, 10 Juni 2021 | 19:51 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong mutu kualitas pendidikan Indonesia dengan menyediakan rumah susun (rusun). Salah satunya di Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri di Kabupaten Buleleng, Bali. Rusun satu menara untuk mahasiswa STAH itu lengkap dengan fasilitas pendukungnya, dengan anggaran senilai Rp 16,81 miliar.

“Pembangunan rusun untuk mahasiswa merupakan salah satu upaya Kementerian PUPR guna melatih generasi muda untuk belajar tinggal di hunian vertikal. Pembangunan rusun kami laksanakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Pulau Bali,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid dalam siaran pers, Kamis (10/6).

Menurut Khalawi, pembangunan rusun harus bisa dirasakan manfaatnya oleh semua kalangan. Jika sebelumnya pemerintah sudah membantu para santri yang menuntut ilmu di pondok pesantren serta para calon pendeta di seminari, maka kali ini mahasiswa yang sedang belajar di Sekolah Tinggi Agama Hindu bisa merasakan hasil pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. “Hasil pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Bali Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Jawa IV, I Wayan Suardana menerangkan, pembangunan rusun mahasiswa STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja tersebut dilaksanakan di Banyuning, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.

Rusun yang dibangun sebanyak satu tower setinggi tiga lantai. Dalam proses pembangunan rusun, imbuh I Wayan Suardana, pihaknya menerapkan konsep kearifan lokal dengan gaya arsitektur Bali. Hal tersebut sesuai persyaratan dari peraturan daerah Provinsi Bali Nomor 5 tahun 2005 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali.

“Rusun STAH akan dibangun tiga lantai dan akan dibuat basement untuk lahan parkir sebagai upaya penghematan penggunaan lahan. Jumlah hunian sebanyak 43 unit dengan tipe 24. Saat ini proses pembangunan rusun tengah berlangsung dan kami juga meminta kontraktor pelaksana untuk membangun barak pekerja dan gudang bangunan serta pagar pengaman proyek,” terangnya.

Lebih lanjut, I Wayan Suardana menerangkan, kontraktor pelaksana pembangunan rusun ini adalah PT Pandan Jaya Indonesia - PT Anggaza Widya Ridha Mulia (KSO) dan Manajemen Konstruksi PT. Angelia Oerip Mandiri (KSO) PT. Konindo Panorama Konsultan.

Untuk pembangunan Rusun STAH tersebut, imbuhnya, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran sekitar Rp 16,81 miliar. Nantinya rusun tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas seperti tempat tidur, lemari pakaian, serta meja dan kursi belajar.

“Kami sedang melaksanakan persiapan pemasangan tiang pancang untuk fondasi bangunan. Kami rencanakan akhir tahun ini rusun ini bisa selesai dibangun agar bisa segera dimanfaatkan oleh para mahasiswa,” harapnya.

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN