Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kementerian PUPR pembangunan rumah menggunakan sistem Prima Wall System (PWS).

Kementerian PUPR pembangunan rumah menggunakan sistem Prima Wall System (PWS).

PUPR Kembangkan Teknologi Prima Wall Sistem untuk Perumahan

Selasa, 28 Juli 2020 | 22:50 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -Direktorat Jenderal Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong penyediaan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan menggunakan inovasi teknologi di sektor perumahan. Salah satu inovasi tersebut adalah pembangunan rumah menggunakan sistem Prima Wall System (PWS).

“Sistem Prima Wall System (PWS) merupakan karya anak bangsa yang perlu diapresiasi dan dikembangkan," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, dalam siaran pers, Selasa (28/7)

Khalawi mengatakan, sistem PWS merupakan inovasi dalam pembangunan perumahan yang sangat dibutuhkan untuk mendapatkan proses pengerjaan hunian yang efisien. Apalagi kebutuhan rumah masyarakat Indonesia masih cukup tinggi dan diperlukan inovasi untuk mensukseskan Program Sejuta Rumah.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid

Kementerian PUPR, imbuhnya, juga berharap sistem ini dapat terus dikembangkan dan digunakan bahkan diekspor, karena ini menyangkut industri turunannya. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini pasti akan banyak menyerap banyak tenaga kerja dalam produksinya.

“Inovasi pembangunan perumahan tersebut juga dapat digunakan sebagai alternatif bagi para pengembang dalam membangunrumah bagi masyarakat,” terangnya. 

Sementara itu,  Direktur PT Prima Graha Bangun Tunggal, Joseph Adian Chandra yang selaku pengembang sistem PWS menjelaskan mekanisme pembangunan rumah dengan sistem PWS tersebut telah diuji secara 2D dan hasilnya baik, tidak retak, goyang, maupun miring.

“Pembangunan hunian dengan sistem PWS relatif cepat yakni sekitar 20 hari untuk membangun rumah tipe 35. Sedangkan anggarannya membutuhkan biaya Rp 99 juta,” imbuhnya.

Menurutnya, biaya pembangunan dengan sistem PWS terbilang cukup bersaing. Pihaknya juga optimistis sistem PWS ini akan jadi pilihan dan alternatif bagi para pengembang untuk membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Saat ini mungkin ada produk serupa dari luar negeri yang menggunakan sistem seperti ini. Tapi apabila ada produk bangunan rumah dengan sistem PWS dari dalam negeri ini mengapa kita sendiri tidak menggunakannya. Tentu dampaknya akan positif bagi perekonomian di sektor properti,” katanya.

Berdasarkan hasil pengamatan dan penjelasan di lapangan, pembangunan rumah dengan menggunakan sistem PWS ini tidak perlu menggunakan kolom. Akan tetapi hanya menggunakan ‘sirip’ untuk memperkuat bentangan dinding setiap 2,5 meter yang nantinya dapat dimodifikasi untuk dijadikan lemari atau penyekat antar ruangan. Untuk bagian atas hanya dibutuhkan balok untuk mengikat semua bentangan dari PWS ini.

“Saat ini sistem ini diaplikasikan untuk rumah tapak satu lantai. Tapi tidak menutup kemungkinan PT. Prima Graha Bangun Tunggal akan melaksanakan pengembangan lebih lanjut akan dikembangkan untuk pembangunan rumah setinggi dua atau tiga lantai atau rumah deret,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN