Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rumah FLPP. Foto: IST

Rumah FLPP. Foto: IST

PUPR Terapkan e-FLPP untuk Penyaluran Dana FLPP

Kamis, 26 November 2020 | 23:29 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA. investor.id - Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum, bakal menerapkan sistem e-FLPP 2.0 dalam proses pencairan dana FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) untuk tahun 2021 nanti.

“Sistem e-FLPP merupakan fasilitas layanan yang diterapkan oleh PPDPP dalam melaksanakan proses bisnis penyaluran FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) kepada bank pelaksana secara elektronik.

“Sistem ini pertama kali diluncurkan oleh Menteri PUPR pada tahun 2016,” kata Direktur Operasi PPDPP, Martanto Boedi Joewono, dalam siaran pers, Kamis (26/11).

Melalui Sistem e-FLPP maka proses pengujian dan pencairan dana FLPP bagi calon debitur yang diajukan oleh bank pelaksana dapat dilakukan secara elektronik dan otomatis, sehingga dipastikan cepat, tepat.

Pada pengembangan sistem e-FLPP 2.0 bisa meningkatkan performa layanan dengan menyediakan kebutuhan dokumen yang diperlukan bank pelaksana dapat dibuat secara otomatis oleh sistem, sehingga bank pelaksana tidak perlu lagi mengunggah dokumen yang dipersyaratkan.

Selain itu, dalam melakukan pengesahan dokumen, sistem e-FLPP 2.0 telah menerapkan tanda tangan elektronik yang dapat diakses melalui smartphone. Keamanan tanda tangan elektronik yang diterapkan tersebut telah bekerjasama dengan Balai Sertifikasi Elektronik Badan Siber dan Sandi Negara, yang merupakan standar keamanan tertinggi di Indonesia.

“Tanda tangan elektronik merupakan isu yang menarik, apabila ada pihak yang ingin meretas, setidaknya dibutuhkan waktu minimal 10 tahun untuk mengenkripsi” ujar Martanto.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur PUPR, Heri Eko D. Poerwanto memberikan apresiasi kepada PPDPP atas inovasi teknologi terus dikembangkan, seperti SiKasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan) yang mampu memberikan solusi di tengah Pandemi Covid-19 saat ini yang mengharuskan adanya pembatasan kontak fisik.

Keberhasilan sistem tersebut dibuktikan dengan realisasi penyaluran dan berbagai penghargaan yang diterima oleh PPDPP di tahun 2020 “Publik dan stakeholder sudah mengapresiasi inovasi yang dikembangkan PPDPP. Pengembangan e-FLPP 2.0 ini dapat menjawab tantangan penyaluran FLPP Tahun 2021. Saya pikir ini terobosan luar biasa, kemajuan yang pesat setelah penyaluran FLPP selama 10 tahun ini” ujar Heri Eko.

Heri Eko meminta pada bank pelaksana untuk dapat segera beradaptasi terhadap pengembangan teknologi yang terus dilakukan PPDPP. Heri Eko juga menekankan bank pelaksana untuk segera menuntaskan kebutuhan MoU (Memorandum of Understanding) dalam persiapan PKO (Perjanjian Kerjasama Operasional) penyaluran FLPP Tahun 2021 yang akan dilaksanakan pada Desember 2020 mendatang.

Arief Sabaruddin, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP)
Arief Sabaruddin, Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP)

Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin memastikan bahwa melalui kegiatan ini, seluruh bank pelaksana penyalur FLPP telah dapat menerapkan tanda tangan elektronik. Arief juga menuturkan bahwa penyaluran FLPP hingga saat ini telah mencapai angka di atas 100% dikarenakan adanya top up kuota pada bank pelaksana.

Seperti diketahui bahwa, pada tahun 2021, anggaran untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) diperkirakan mencapai Rp 16,62 triliun yang diperuntukkan bagi 157,37 unit rumah.

“Jadi berdasarkan Buku II Nota Keuangan Beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2021, pada tahun 2021 PPDPP ditargetkan untuk dapat menyalurkan bantuan pembiayaan FLPP Rp16,62 Triliun atau sekitar 157.500 unit,” ungkap Arief Sabaruddin.

Arief mengatakan, dalam Nota Keuangan tersebut, bahwa SiKasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan) dan SiKumbang (Sistem Informasi Kumpulan Pengembang) ditetapkan sebagai sistem yang dipercaya untuk mengawal tiga program KPR Subsidi Perumahan diantaranya FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), SSB (Subsidi Selisih Bunga) dan BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan).

“Tingginya target penyaluran FLPP Tahun 2021 menjadi suatu tantangan, sehingga PPDPP, Bank Pelaksana, dan para asosiasi pengembang harus lebih bersinergi mempersiapkan penyaluran dana program KPR Subsidi Perumahan yang berbasis teknologi informasi,” katanya.

 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN