Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangunan sebuah apartemen di kawasan Jl Simatupang, di Jakarta Selatan.   Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pembangunan sebuah apartemen di kawasan Jl Simatupang, di Jakarta Selatan. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Real Estate Asia Pasifik Optimistis akan Pemulihan Covid-19

Rabu, 9 September 2020 | 19:32 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Konsultan properti Jones Lang lasalle (JLL) menilai bahwa 93 % para pemimpin Corporate Real Estate (CRE) di Asia Pasifik optimistis mengenai bisnis mereka dan rencana pemulihan di tengah dampak pandemi yang sedang berlangsung.

Setidaknya sembilan dari 10 koresponden percaya bahwa upaya-upaya untuk mengurangi dampak Covid-19 akan berhasil dan yakin pada kemampuan sumber daya dalam mengatasi krisis saat ini.

Mayoritas dari para pimpinan Corporate Real Estate mengharapkan angka aset properti yang dipertahankan akan tetap sama atau bahkan bertambah.

Para pemimpin CRE sedang bergerak maju dengan percaya diri dalam menata ulang kantor baru yang modern dengan memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan karyawan, serta memanfaatkan teknologi dalam rencana investasi mereka.

“Saat sektor korporasi bersiap untuk normalisasi di tengah pandemi, kepercayaan diri yang tinggi dari para pemimpin CRE menunjukkan peluang besar seraya kita mendefinisikan ulang perkantoran di masa depan. Ini memperjelas bahwa di masa depan kita harus mempertimbangkan realitas baru serta evolusi kantor sebagai tempat bekerja. Kami melihat bahwa para pemimpin CRE akan mulai mempertimbangkan hal ini dalam pengambilan keputusan mereka,” kata CEO, Asia Pasifik JLL, Anthony Couse, dalam siaran pers, Rabu (9/9).

Dalam laporan JLL, para pemimpin CRE sangat yakin akan prospek bisnis mereka di masa depan. Karena hampir 80% percaya bahwa mereka memiliki mitra layanan perusahaan properti yang tepat untuk memberi masukan mengenai langkah-langkah ke depan dan 70% yakin akan kemampuan pemerintah mengatasi risiko di masa ke depan.

Para pemimpin CRE ini memperlihatkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap efektivitas perencanaan kelangsungan bisnis mereka dan 88% menilai rencana mereka berjalan efektif, bahkan sangat efektif.

Meskipun sebagian besar (76%) pemimpin CRE di Asia Pasifik memprediksi dampak yang hanya bersifat moderat atau rasionalisasi yang wajar (ekspansi atau penurunan) terhadap portofolio real estate mereka akibat Covid-19, namun tidak semua memiliki pandangan yang sama.

Mereka yang berada di Australia dan Hong Kong lebih fokus pada rasionalisasi yang stabil sedangkan para pemimpin di India mengantisipasi rasionalisasi yang berlangsung masif dan cepat. Di luar perbedaan tersebut, setengah dari semua pemimpin CRE yakin volume portofolio mereka akan tetap sama dalam jangka menengah hingga panjang. Dua pertiga pemimpin CRE (63%) juga mengharapkan total lokasi yang mereka miliki tidak akan berubah.

James Taylor, Head of Research, JLL Indonesia menambahkan,  perkantoran akan tetap ada meskipun kondisi pandemi telah mempercepat perubahan, yang sudah terjadi bahkan sebelum adanya Covid-19, pada perkantoran.

“Kami cenderung melihat fokus yang lebih besar pada kesehatan dan kesejahteraan, dan akan lebih banyak investasi dalam teknologi, bersamaan dengan bertambahnya ruang kolaboratif serta lingkungan kerja yang fleksibel pada perkantoran di Jakarta.” Katanya.

Saat memasuki era pasca-pandemi, JLL melihat empat implikasi bagi properti komersial seraya para pemimpin CRE mengupayakan keberhasilan di masa yang penuh perubahan ini yaitu, prioritas kesehatan dan kesejahteraan akan mengubah aneka ragam portofolio properti untuk mengakomodasi tenaga kerja yang lebih fleksibel.

Hampir dua pertiga (58%) pemimpin CRE mengutamakan kesehatan dan kesejahteraan karyawan sebagai prioritas investasi utama.

Untuk mendukung tujuan menjaga jarak aman di kantor dan memberikan dukungan fleksibel kepada tim yang bekerja jarak jauh, permintaan akan ruang atau aset berkualitas lebih tinggi dapat meningkat, dan pada aneka ragam portofolio mungkin akan terlihat adanya penambahan untuk kantor sedang/kecil atau ruang kerja fleksibel/bersama. Kemudian kombinasi beberapa strategi CRE akan diperlukan untuk mengurangi kepadatan area kantor.

“Guna memenuhi permintaan akan syarat-syarat kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik, tipe kantor baru ini akan memiliki jumlah kursi yang lebih sedikit per 100 karyawan, desain ulang dan perombakan denah sesuai dengan aturan pembatasan jarak fisik, pembagian tim, pengaturan kerja shift, dan perluasan kebijakan untuk bekerja jarak jauh,” katanya.

Terus penerapan, teknologi akan berperan sangat penting dalam keberhasilan cara kerja yang baru.  Karyawan merasa lebih produktif saat mereka siap dengan teknologi. Mereka yang dibekali peralatan berteknologi canggih juga akan merasa lebih produktif.

Cara yang memungkinkan kerja jarak jauh dan kolaborasi di kantor dinilai oleh para pemimpin CRE menjadi investasi yang utama untuk memiliki teknologi yang canggih dengan nilai lebih dari dua kali lipat teknologi lainnya. Investasi dalam teknologi harus terus disikapi dengan serius oleh para pemimpin CRE untuk kantor di masa depan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN