Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proyek properti mahasiswa PT Adhi Persada Properti. Foto: Adhi Persada Properti

Proyek properti mahasiswa PT Adhi Persada Properti. Foto: Adhi Persada Properti

Realisasi Investasi Properti Melonjak 38%

Edo Rusyanto/Imam Mudzakir, Selasa, 6 Agustus 2019 | 16:53 WIB

 

 

Jakarta, Investor.id – Realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) di sektor properti pada semester I-2019 melonjak 38% dari Rp 9,98 triliun menjadi Rp 13,78 triliun. Dari sisi jumlah proyek yang diguyur investasi pun menggelembung, yakni sekitar 85% menjadi 1.673 proyek dibandingkan 905 proyek pada sepanjang enam bulan pertama 2018.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi itu mencakup bidang perumahan, kawasan industri, dan perkantoran. Selain itu, hotel dan restoran.

Real Estat Indonesia (REI) memperkirakan, perputaran roda investasi properti hingga semester II-2019 terus bergulir, bahkan ada indikasi meningkat 10% dibandingkan semester sebelumnya. Para pengembang optimistis industri properti terus bertumbuh tahun ini hingga memasuki masa puncak (booming) pada 2021 atau 2022.

Demikian rangkuman pendapat Direktur Teknik dan Pengembangan Usaha PT Adhi Persada Properti (APP) Pulung Prahasto, Direktur Pemasaran PT Agung Podomoro Land Tbk Agung Wirajaya, Direktur Utama PT Bhakti Agung Propertindo Tbk Agung Hadi Tjahjanto, dan Sekjen DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lucida.

Mereka diwancarai Investor Daily secara terpisah dari Jakarta, baru-baru ini.

“Berdasarkan data dari pengembang yang terhimpun di REI ada tren peningkatan realisasi investasi. Pada semester kedua 2019 kami prediksi tumbuh 10%. Pengembang optimistis iklim investasi terus membaik,” papar Totok.

Menurut dia, derasnya realisasi investasi pengembang dalam negeri pada semester pertama maupun semester kedua 2019, tak terlepas dari keyakinan para pengembang terhadap besarnya potensi pasar domestik. Di sisi lain, hal itu juga ditopang keyakinan kian kondusifnya iklim bisnis di Tanah Air pascapemilihan presiden (pilpres) yang berlangsung cukup baik. “Bahkan, sejumlah komitmen investasi dari pengembang asing juga bermunculan belakangan ini, seperti dari pengembang Korea Selatan dan Jepang,” ujar Totok.

Khusus untuk realisasi investasi dari penanaman modal asing (PMA), amat mungkin mengalir pada semester II-2019 mengingat pada semester I-2019 terjadi pengereman. Bahkan, berdasarkan data BKPM, realisasi penanaman modal asing (PMA) anjlok 45,7%, yakni dari dari US$ 3,33 miliar atau setara Rp 48,10 triliun, menjadi US$ 1,84 miliar atau setara Rp 39,89 triliun per akhir Juni 2019. Dari sisi proyek yang digarap, menurun 10%, yakni dari 3.060 proyek menjadi 2.763 proyek.

Dampak dari pengereman investasi PMA itu, secara keseluruhan, realisasi PMDN dan PMA periode Januari-Juni 2019 tercatat anjlok 31,21% menjadi Rp 39,89 triliun dibandingkan Rp 57,99 triliun pada periode sama 2018.

 

Memasuki Booming

Menurut Agung Wirajaya, indikasi bisnis properti Indonesia memasuki masa puncak (booming) sudah terlihat belakangan ini. Tahun 2019, bisnis properti dinilai kian menggeliat memasuki tutup tahun dan terus bergerak hingga masa booming pada 2021 atau 2022. “Bisnis properti mengenal siklus 10 tahunan. Terakhir, masa booming bisnis properti di Indonesia terjadi pada 2012-2013, karena itu kami optimistis pada 2021 atau 2022 properti kembali booming,” kata dia.

Mengantisipasi hal itu, tambahnya, APL terus merangsek pasar dengan produk-produk yang sesuai kebutuhan konsumen, termasuk merancang hunian tapak di bawah harga Rp 1 miliar. “Misalnya, proyek kami di Podomoro Golf View di Cimanggis dan Taruma City, di Karawang,” jelas dia.

Hal senada dilontarkan oleh Pulung Prahasto. Pasar properti saat ini sudah mulai pulih dan mengisyaratkan adanya tren meningkat pada tahun-tahun mendatang. “Saat ini, pasar properti mulai naik, setelah alami penurunan dalam waktu dua tahun belakangan ini dan kami yakin kedepan sampai 2025 bisa jadi puncak pasar properti,” kata dia.

APP, jelas dia, terus menggulirkan proyek anyar untuk mengantisipasi tren tersebut dengan mengerjakan proyek enam proyek, dimana dua proyek di antaranya adalah hunian vertikal dan empat proyek lagi hunian tapak. APP melihat kebutuhan properti, terutama hunian masih cukup tinggi mengingat jumlah penduduk Indonesia yang cukup besar. “Investasi kami perkirakan untuk tahun depan sekitar Rp 1,2 triliun,” kata Pulung.

Sementara itu, Agung Hadi mengaku terus menggulirkan proyek anyar pada 2020, selain meneruskan proyek yang tengah digarap saat ini, Green Cleosa Apartment and Condotel, di Kota Tangerang, Banten. Sejumlah proyek yang menggelontor pasar melalui kelompok usaha Agung Development antara lain adalah proyek kondotel di Bandung, Jawa Barat. “Investasi proyek di Bandung sekitar Rp 500 miliar dengan kapasitas 800 unit,” kata dia.

Selain itu, tambah dia, pihaknya juga menggulirkan proyek apartemen di Yogyakarta. Proyek apartemen di Kota Gudeg itu berkapasitas 700 unit dan ditargetkan rampung pada semester kedua 2020. “Kini, apartemen di Yogyakarta terjual sekitar 300 unit,” papar Agung Hadi.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA