Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Maket proyek properti PT Cowell Development Tbk.

Maket proyek properti PT Cowell Development Tbk.

Serap 30 juta Tenaga Kerja, Industri Properti Perlu Stimulus

Jumat, 19 Februari 2021 | 18:45 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA - Industri real estate dianggap mampu  mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Alasanya industri memberikan sumbangan besar terhadap perekonomian baik dalam bentuk  pajak maupun penyerapan juga tenaga kerja. Itu sebabnya, stmulus layak diberikan selain dukungan dari  implementasi UU Cipta Kerja.

“Sektor properti mampu memberikan kontribusi  dari segi pajak dan infrastruktur,  juga mampu menggerakan industri hulu 175 industri turunannya,” kata Royzani Syachril, Sekjen DPP REI bidang Perbankan, dalam Webinar Mortgage Forum 2021, Jakarta, Jumat (19/2).

Menurutnya, dampak pertumbuhan properti, bisa menciptakan investasi baru, seperti dengan membuka  kawasan baru dengan lingkungan yang tertata. Dimana dari lingkungan yang tidak terjamah menjadi kawasan permukiman yang mandiri dan kualitas lingkungan juga ikut terjaga. “sektor properti juga mampu menciptakan 30 juta tenaga kerja baru,” katanya.

REI,  kata Syahrial, tidak hanya mebangun properti seperti hunian, tetapi juga sarana komersial mulai dari ritel, perkantoran, apartemen dan lainnya. Namun pada saat pandemi Covid-19 ini, semua terkena dampaknya, apalagi kebijakan pemerintah pembatasan kesehatan sangat memukul sektor properti.

“Sebenarnya kita ini membangun properti komersial, untuk kelas menengah atas, karena untuk rumah masyarakat berpenghasilan rendah semua tugas diserahkan kepada pemerintah, berupa rusunawa, rumah khusus dan bedah rumah,” katanya.

Namun, karena  pandemi Covid-9, 80% anggota REI akhirnya mengembangkan hunian subsidi untuk program  sejuta rumah. Lahan  yang seharusnya digunakan untuk rumah komersial dibangun untuk rumah subsidi, agar perusahaan tetap berjalan.

Menurutnya  kondisi pandemi ini dan pembatasan sosial ini, orang lebih banyak bekerja dirumah, gaya hidup mulai berubah bagi masyarakat, banyaknya PHK dan lainnya. Sehingga tahun ini banyak tantangan yang dihadapi pengembang. Karena itu ia berharap UU Cipta kerja ini bisa berjalan dan bisa pro bisnis. Sehingga sektor properti bisa bangkit kembali, adanya pemulihan ekonomi dengan adanya PEN dan pemerintah bisa bangkitkan properti kembali. imm

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN