Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

SGCPI Optimistis Industri Bahan Bangunan Bertumbuh

Gora Kunjana, Selasa, 28 Maret 2017 | 11:52 WIB

JAKARTA – Produsen bahan bangunan Gyproc, PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia (SGCPI) optimistis tahun 2017 lebih baik dibandingkan sebelumnya. Optimisme itu salah satunya ditopang oleh Nilai Indeks Tendensi Bisnis (ITB) triwulan I-2017 yang diprediksi membaik.

 

“Tahun 2017, kami semakin optimistis akan adanya pergerakan industri bahan bangunan ke arah positif seiring dengan tendensi bisnis yang lebih baik pada triwulan I-2017,” tutur Hantarman Budiono, managing director PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia (SGCPI), di Jakarta, akhir pekan lalu.

 

ITB merupakan indikator perkembangan ekonomi usaha terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan BPS bersama Bank Indonesia.

 

Melihat tren itu, tambah dia, membuat peluang penggunaan papan gypsum dan drywall system akan meningkat. “Untuk itu, kami yakin bahwa bisnis papan gypsum Gyproc Indonesia akan terus meningkat dari tahun sebelumnya,” kata dia.

 

Gyproc merupakan merek papan gypsum yang diproduksi oleh SGCPI untuk pasar Indonesia. Salah satunya adalah Activ’ Air, produk yang dapat membantu menyerap formaldehyde di dalam ruangan.

 

“Produk tersebut merupakan sebuah inovasi dari Gyproc Saint-Gobain yang mampu meningkatkan kualitas udara dari sebuah ruangan dengan menyerap kandungan formaldehyde yang ada di ruangan tersebut,” ujar Won Siew Yee, marketing director PT Saint–Gobain Construction Products Indonesia.

 

Menurut dia, selain pada saat proses pembangunan, formaldehyde juga sering ditemukan pada asap rokok. Lalu, produk kimiawi untuk rumah tangga dan kompor yang menyala. Karena itu, kebutuhan akan bahan bangunan yang dapat menyerap kandungan formaldehyde pun semakin nyata. (ed)

BAGIKAN