Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah pekerja dalam proyek pengerjaan gedung bertigkat di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Sejumlah pekerja dalam proyek pengerjaan gedung bertigkat di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Sudirman Penyumbang Terbesar Pasokan Perkantoran di CBD Jakarta

Rabu, 9 Juni 2021 | 13:32 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Konsultan properti  Colliers International Indonesia menyebutkan bahwa kawasan Sudirman masih menjadi penyumbang terbesar untuk pasokan perkantoran di Central Business District (CBD). Sampai dengan tahun 2021 pasokan perkantoran di kawasan CBD diperkirakan mencapai 7 juta meter persegi.  

“Kawasan Sudirman masih menjadi tertinggi pasok di CBD dan Jakarta Selatan masih menjadi wilayah yang diminati pengembang hampir 60% dari total pasok untuk luar CBD,” ungkap Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto, di Jakarta, belum lama ini.

Data dari Colliers menyebutkan bahwa, pasokan perkantoran di kawasan CBD tahun 2020 capai 6.865,714 meter persegi, tahun 2021 diperkirakan capai 7. 097,714 meter persegi, tahun 2022 diperkirakan  capai 7.415,071 meter persegi dan tahun 2023 pasokan kantor CBD capai 7. 415,071 meter persegi.  Sementara untuk ruang perkantoran di luar CBD sampai akhir tahun 2021 diperkirakan mencapai 3,60 juta

Sementara pasokan ruang perkantoran CBD  secara tahun terlihat ada tambahan. Dimana tahun ada tambahan 212,247 meter persegi, tahun 2021 diperkirakan ada tambahan 231,857 meter persegi, tahun 2022 masuk 317.500 meter persegi.

Pasokan  ruang perkantoran di CBD menurut sebaran terbesar berada di kawasan Sudirman yang mencapai 3.132,996 meter persegi, kemudian ada Rasuna Said sebesar 1.140.427 meter persegi, kawasan Gatot Subroto capai 1.106,203 meter persegi,  disusul Thamrin capai 542,641meter persegi.

“Sampai dengan kuartal pertama 2021 baru ada tambahan pasokan dari gedung menara Binakarsa, sehingga dari sekaran 6,89 juta menjadi 7 juta meter persegi di akhir tahun 2021,” ujarnya.

Ferry Salanto. Foto: IST
Ferry Salanto. Foto: IST

Sementara tingkat hunian perkantoran saat ini cenderung stabil di angka 80% dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. sedangkan di luar CBD tercatat di angka 79,7% per kuartal.

“Kegiatan bisnis yang melambat akibat pandemi semakin memberikan tekanan. Sehingga beberapa penyewa hengkang dan hal ini berimplikasi kepada penurunan tingkat hunian,” katanya.

Sementara masuknya pasokan baru perkantoran pada tahun 2022, semakin menekan kinerja tingkat hunian. Namun Co-working space semakin menjadi pilihan, namun adaptasi remote working bekerja dari jauh akan menekan tingkat hunian.

Hub and spoke office model (kantor pusat dan kantor satelit) juga bisa menjadi pilihan yang digemari dan adaptasi oleh banyak perusahaan di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, untuk tarif sewa perkantoran masih alami tekanan, karena sentimen pasar yang masih rendah serta tingginya ruang kosong baru yang tersedia akibat tren WFH. Untuk pasar strata, harga jual terus dipengaruhi oleh ketersediaan ruang di pasar sekunder. sehingga diperkirakan tarif sewa terus turun sepanjang 2021, baik di CBD maupun di luar CBD.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN