Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Adi Setianto, Komisioner BP Tapera

Adi Setianto, Komisioner BP Tapera

Tapera Gandeng KSEI dan BRI Kelola Dana Tapera di Bursa

Jumat, 11 Juni 2021 | 15:26 WIB
Kunradus Aliandu (kunradus@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – BP Tapera menggandeng PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk untuk mengelola penyimpanan dan pengadministrasian dana maupun data peserta Tapera. Kerja sama tersebut dilaksanakan melalui Kontrak Pengelolaan Dana Tapera atau KPDT dan penandatanganan Perjanjian Penggunaan Layanan Jasa Sistem Multi Investasi Terpadu (S-MULTIVEST).

Komisioner BP Tapera, Adi Setianto mengatakan, penandatanganan Perjanjian Penggunaan Layanan Jasa Sistem Multi Investasi Terpadu (S-MULTIVEST) telah dilaksanakan di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/6).

Dalam kerja sama tersebut, KSEI berkomitmen untuk menyediakan infrastruktur serta sistem dan mekanisme pencatatan pengelolaan dana Tapera, salah satu caranya adalah mengajak bekerja sama dengan BRI selaku Bank Kustodian. Bentuk kerja sama tersebut dilaksanakan melalui Kontrak Pengelolaan Dana Tapera atau KPDT. “Penandatangan ini penting untuk dilakukan guna mewujudkan proses penyimpanan dan administrasi dana Tapera secara transparan, akuntabel, dan efisien,” ujar Adi Setianto.

Dalam kerja sama dengan KSEI, lanjut dia, Tapera mengikat perjanjian untuk menggunakan layanan sistem multivest. KSEI nantinya berkewajiban untuk menyediakan sistem untuk menerbitkan satu Single Investor Identification (SID) atau Nomor Tunggal Identitas Pemodal bagi setiap peserta Tapera. Dengan memiliki nomor SID ini, peserta dapat selalu melihat dan memantau perkembangan Unit Penyertaan Dana Tapera (UP-DT) milik mereka masing-masing.

BP Tapera akan melakukan pembukuan dan pendaftaran rekening multivest atas nama masing-masing peserta Tapera melalui S-MULTIVEST, termasuk pengelolaan proses administrasi. “Pencatatan dan penyediaan infrastruktur ini sangat penting karena peserta dapat transparan memonitor perkembangan dana yang mereka miliki,” ujar Adi.

Hal ini dilakukan BP Tapera sesuai amanat dan Undang-Undang yang berlaku, di mana setiap transaksi yang terjadi di pasar modal harus tercatat dan teradministrasi melalui Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) yakni KSEI, sehingga dapat dipastikan investor aman untuk berinvestasi di pasar modal, karena dana dan efek yang ditransaksikan ditangani oleh suatu sistem yang kredibel.

Sementara itu, BRI selaku Bank Kustodian yang telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menjalankan usaha jasa penitipan efek, menyelesaikan transaksi efek, dan mewakili rekening yang menjadi nasabahnya. Isi perjanjian telah dibahas dan disepakati oleh para pihak untuk selanjutnya harus ditandatangan sebelum beroperasinya pengelolaan KPDT, yang efektif berlaku per 14 Juni 2021. “KSEI dan Bank Kustodian yang kami tunjuk yakni BRI merupakan dua lembaga yang sepak terjangnya tidak perlu dipertanyakan lagi. Kedua entitas ini merupakan entitas yang kredibel dan prudent,”ujarnya.

Lewat kolaborasi dengan KSEI dan BRI, BP Tapera optimis, pencatatan peserta individual Tapera di KSEI dapat menambah jumlah investor ritel pasar modal. Pada tahap pertama subscription dana Tapera berjumlah sekitar Rp 8,05 triliun dengan jumlah peserta sebanyak 3,47 juta. “Peserta Tapera dapat melihat catatan nilai unit penyertaan serta akumulasi saldo dan hasil pemupukannya di aplikasi yang disediakan oleh KSEI maupun portal Tapera,”ujarnya.

Selain meningkatkan kredibilitas dalam mengelola dana peserta, Adi berharap penciptaan multiplier effect oleh program Tapera dapat turut mengungkit perekonomian nasional yang masih dalam masa pemulihan dan mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Program pemulihan ekonomi ini adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah guna memitigasi dampak pandemi Covid-19,” kata Adi.

Ke depan, BP Tapera berharap kolaborasi dengan KSEI dan BRI akan semakin memperbanyak peserta Tapera, khususnya dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai peserta gelombang pertama yang memanfaatkan layanan Tapera. Dan pada akhirnya, upaya pemerintah untuk meningkatkan rasio jumlah rumah tangga yang menghuni rumah layak dari 56,75% menjadi 70% pada 2024 dapat segera terwujud.

 

 

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN