Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Apartemen Aerium di Taman Permata Buana, Jakarta Barat.

Apartemen Aerium di Taman Permata Buana, Jakarta Barat.

Tiga Tahun Mendatang, Pasokan Apartemen Jakarta Capai 49 Ribu Unit

Imam Muzakir, Selasa, 11 Februari 2020 | 17:46 WIB

JAKARTA, investor.id – Konsultan properti Savills Indonesia menilai bahwa pasokan apartemen Jakarta untuk kurun waktu tiga tahun kedepan 2020-2023 mencapai 49.200 unit apartemen. Sedangkan pada 2020 ini saja jumlah penyelesaian proyek apartemen baru mencapai lebih dari 26.000 unit.

“Pasokan tahunan rata-rata antara tahun 2020 dan 2023 diperkirakan 12.300 unit, atau lebih rendah dari pasokan tahunan rata-rata 2015-2019. Penurunan ini bisa jadi dilatarbelakangi oleh keterbatasan lahan dan faktor biaya pengembangan,” ungkap Head of Research and Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus, dalam siaran pers, Selasa (11/2).

Hasil riset Savills, berdasarkan jenis proyek, pasokan yang akan datang di Jakarta, adalah Transit Oriented Development atau skala campuran. Stok masa depan terkonsentrasi di Jakarta Selatan (31%), kemudian diikuti oleh Jakarta Barat (25%), Jakarta Utara (17%), Jakarta Timur (15%), Jakarta Pusat (7%) dan CBD (5%).

“Pasokan masa depan di daerah CBD adalah apartemen kelas atas sedangkan Jakarta Timur memiliki apartemen kelas menengah ke bawah,” ujarnya.

Secara keseluruhan, pasokan kedepan terbesar adalah kelas menengah atas di angka 37%, diikuti menengah ke bawah dan menengah ke atas masing-masing 30% dan 25%. Sementara proyek atas dan atas masih terbatas, masing-masing 7% dan 1%. “Dengan jumlah pasokan masa depan yang moderat di kalangan menengah ke atas, segmen ini mencatat tingkat penjualan tertinggi sekitar 62%,” jelasnya.

Selain itu, tingkat permintaan yang kuat juga terlihat di kelas menengah ke bawah dengan tingkat penjualan 58% meskipun pasokannya melimpah, namun titik harga yang relatif rendah kemungkinan menjadi daya tarik utama. Sementara tingkat penjualan untuk kelas lain sekitar 40% hingga 45%.

“Dalam jangka pendek, kami berharap penjualan tetap berada pada level yang sama mengingat lingkungan bisnis yang menantang. Perbaikan yang diantisipasi dalam ekonomi dan akomodasi dalam peraturan properti diharapkan memacu penjualan apartemen dalam jangka menengah hingga panjang,” katanya.

Dengan demikian, harga diperkirakan relatif stabil pada titik saat ini dalam beberapa kuartal berikutnya. Setelah itu, harga dapat naik secara moderat. Kenaikan harga yang lebih curam hanya bisa terjadi jika ekonomi naik cepat.

Sementara itu, selama 2019 ini, pasokan apartemen di Jakarta telah mencapai 19.100 unit sehingga total pasokan yang ada menjadi sekitar 168.400 unit. Dari 19.100 penyelesaian baru, kelas menengah-atas mendominasi pasar apartemen sebesar 52%.

“Preferensi pengembang dalam hal kelas tampaknya telah berubah dari menengah ke bawah ke menengah ke atas. Sementara itu mid-end, atas dan bawah-menengah masing-masing mewakili sekitar 19%, 15% dan 11% dari pasokan baru,” ujarnya.

Setelah tiga tahun tidak ada pasokan baru, dua proyek di segmen kelas atas akhirnya memasuki pasar, yaitu Anandamaya dan Langham. Terlepas dari preferensi untuk mengembangkan proyek-proyek tingkat tinggi, apartemen menengah ke bawah tetap sebagai segmen terbesar di pasar sejauh ini, mewakili hampir setengah dari total pasokan yang ada. Pasokan tertinggi kedua adalah kelas menengah-atas (24%), kemudian diikuti oleh menengah-atas (14%), atas (12%) dan kelas-atas (1%).

Mengenai lokasi, sebagian besar apartemen terletak di luar wilayah CBD Jakarta (81%) dengan persentase tertinggi di wilayah Jakarta Barat sebesar 23%. Jakarta Utara dan Jakarta Selatan masing-masing terdiri dari 19% dan 18% dari total stok yang ada.


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA