Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Hotel Hilton

Ilustrasi Hotel Hilton

Transaksi Hotel di Asia Fasifik Tembus US$ 11 Miliar

Imam Mudzakir, Kamis, 31 Oktober 2019 | 15:35 WIB

JAKARTA, investor.id - Hasil penelitian konsultan real estat global JLL (Jones Lang Lasalle) memperkirakan volume transaksi hotel di wilayah Asia Pasifik meningkat 25 hingga 30% dibanding tahun lalu menjadi lebih dari US$ 11 miliar pada 2019.

“Terlepas dari situasi ekonomi yang kurang menentu dan meningkatnya sentimen politik, hotel-hotel di Asia Pasifik memperlihatkan prospek bisnis yang meyakinkan di tengah pertumbuhan industri pariwisata serta penurunan suku bunga dan imbal hasil obligasi,” ungkap Chief Executive Officer (CEO), JLL Hotels & Hospitality Asia Pacific, Mike Batchelor, dalam siaran pers, Kamis (31/10).

Menurutnya, permintaan tahun ini cukup kuat karena didukung oleh perusahaan ekuitas swasta, pengembang, dan klien domestik. Hal ini membuat yakin bahwa 2019 akan menjadi tahun ketiga dengan volume transaksi tertinggi dalam satu dekade terakhir. “Hingga saat ini, hanya tahun 2017 dan 2015 yang mampu melampaui volume transaksi lebih dari US$ 11 miliar,” ujarnya.

Menurut JLL, investasi hotel di wilayah Asia Pasifik telah mencapai US$ 7,8 miliar selama sembilan bulan pertama tahun ini. Didorong oleh serangkaian agenda besar di Jepang, seperti Piala Dunia Rugbi 2019, Olimpiade Tokyo 2020 dan World Expo 2025. Negara ini telah membukukan volume transaksi hampir US$ 3 miliar.

“Penopang pariwisata tersebut akan mendorong permintaan akomodasi, dan para investor akan memanfaatkan peluang ini. Jepang adalah pasar dengan kinerja terbaik di kawasan Asia Fasifik dan diperkirakan akan membukukan rekor tertinggi dengan volume transaksi sebesar US$ 4 miliar tahun ini,” lanjut Batchelor.

Di seluruh Asia Pasifik, prospek pasar hotel tetap positif. Di Tiongkok, menurunnya permintaan sewa kantor dan penjualan ritel telah mengalihkan perhatian investor ke hotel-hotel yang berada di wilayah dengan kinerja perdagangan yang meningkat.

Sementara itu, Singapura menantikan beberapa transaksi penting tahun ini. Pada bulan September, JLL menyarankan OUE Limited untuk menjual Oakwood Premier OUE Singapura ke perusahaan joint-venture Hong Kong sebesar US$ 209 juta. Baru-baru ini, JLL menandatangani perjanjian penjualan Andaz Singapura yang merupakan transaksi aset hotel tunggal terbesar dalam sejarah kota pulau itu, bernilai US$ 344 juta.

Modal asing mencari imbal hasil lebih tinggi

Laporan konsultan real estat global JLL mengungkapkan bahwa meski investor domestik aktif di pasar dalam negeri mereka, terutama di Jepang dan Tiongkok, masih ada ceruk investasi asing yang menunggu untuk mengeksplorasi pertumbuhan pariwisata yang kuat dan imbal hasil yang tinggi di kawasan ini.

Korea Selatan, contohnya, mencatatkan kenaikan tajam investasi asing pada tahun 2019. Para investor asing perlahan menguasai akses pasar yang ketat di saat investor institusi memilih keluar setelah berakhirnya periode investasi.

Nihat Ercan, Managing Director Head of Investment Sales Asia, JLL Hotels & Hospitality mengatakan, Sampai tahun 2015 transaksi di Korea Selatan murni transaksi domestik, tapi saat ini transaksi antar negara mencapai seperempat dari total jumlah transaksi.

“Selagi pasar berkembang lebih dalam, kita bisa berharap bahwa investor asing akan mencatatkan transaksi yang lebih besar,” kata Nihat Ercan.

Pasar menarik yang lainnya yaitu Maladewa, seperti yang tercantum dalam laporan tersebut. Reputasinya sebagai tujuan wisata yang paling diburu dan sudah menarik sekitar US$ 260 juta transaksi antar negara tahun ini.

Ketika investor-investor domestik atau asing tengah mencari peluang imbal hasil yang lebih tinggi di Asia Pasifik, sektor perhotelan akan terus bersinar. “Kami yakin bahwa momentum investasi ini akan terus mendorong volume transaksi hotel di kawasan ini memasuki tahun 2020.” Ujar Ercan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA