Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penyewa Ruang Perkantoran. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Penyewa Ruang Perkantoran. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Transformasi Tempat Kerja, Perkantoran Perlu Konsep Fleksibilitas

Selasa, 23 Februari 2021 | 10:50 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pandemi Covid-19 telah mengubah cara pola hidup, bekerja, berbelanja. Hal ini membuat pemilik properti harus mengubah dalam peyediaan ruang perkantoran. Pasalnya pola bekerja di ruang perkantoraan sudah mulai ditinggalkan, apalagi ada kebijakan bekerja dari rumah (WFH).

Head of Office Services of Colliers International Indonesia, Bagus Adikusumo menyebutkan, berbicara tentang norma-norma baru tempat kerja saat ini, dapat merujuk pada konsep fleksibilitas. Penyewa membutuhkan fleksibilitas. Pemilik gedung juga harus dapat memiliki fleksibilitas tersebut. Tempat kerja yang ideal harus menyediakan berbagai pengaturan kerja dengan fokus pada memfasilitasi konsentrasi dan kolaborasi.

Menurut Bagus, wawasan tentang transformasi tempat kerja, bagaimana perusahaan mengubah budaya kerja mereka dan menyesuaikan strategi operasi untuk mempertahankan tujuan perusahaan. Karena kondisi pasar saat ini telah mengubah banyak aspek. Mengubah lanskap tempat kerja. Bentuk tempat kerja saat ini bisa fleksibel, dimana orang dapat memilih bekerja dari luar kantor asalkan sesuai dengan kebijakan perusahaan.

“Dengan efisiensi biaya hunian dan pelaksanaan kerja dari rumah yang kemungkinan besar akan berlanjut selama beberapa tahun ke depan, negosiasi ulang kontrak sewa adalah yang pertama. hal yang akan terjadi, termasuk kemungkinan pengurangan sewa dan pembaruan sewa awal,” kata Bagus Adikusumo, dalam siaran pers, Selasa (23/2).

Kebijakan perusahaan untuk bekerja di rumah, karena belum ada kepastian kondisi ekonomi, akibat Covid-19 ini, kata Bagus, adalah melindungi keuntungan dan memastikan keberlanjutan. Dalam masa yang tidak pasti, perusahaan perlu mengadopsi strategi yang tepat sejalan dengan prospek bisnisnya dan sumber daya yang tersedia.

Kebijakan bekerja dari rumah oleh perusahaan saat ini, untuk alasan kesehatan dan keselamatan, banyak perusahaan telah menyadari bahwa melalui teknologi, bisnis dapat terus beroperasi tanpa mengharuskan semua karyawan melapor ke kantor. “Realisasi ini telah mengarahkan penyewa untuk mempertimbangkan kembali kebutuhan ruang kantornya dan akan mempengaruhi keputusan masa depan sewa kantor,” kata dia.

Secara umum, banyak perusahaan saat ini menghadapi situasi di mana ruang kantornya tidak dimanfaatkan secara maksimal akibat pandemi Covid -19 yang memaksa banyak karyawannya untuk menerapkan strategi work from home.

Banyak perusahaan mencoba mengurangi ruang mereka dan melakukan negosiasi ulang dengan pemiliknya; beberapa dapat menemukan kompromi dan beberapa tidak. Ketika masa sewa berakhir, mayoritas penyewa akan memperbarui sewa mereka dengan memperkecil ruang mereka hingga 30% dan meminta fleksibilitas sewa lebih lanjut sebagai cara untuk mengelola risiko.

“Transformasi tempat kerja tidak hanya berpengaruh pada sewa kantor tetapi juga pengaturan aktivitas kerja. Untuk menentukan area optimal untuk tempat kerja baru membutuhkan strategi transformasi dengan analisis aktivitas dari berbagai departemen,” kata Hendry Sugianto, Head of Project Management Colliers International Indonesia.

Norma Baru

Perubahan tata letak tempat kerja juga mempengaruhi keputusan apakah perusahaan masih perlu mempertahankan ruang tertutup atau lebih efisien. Seberapa terbuka dan santai pengaturan kantor tergantung pada budaya perusahaan.

Meskipun beberapa perusahaan memiliki kantor tertutup untuk para eksekutif yang sangat senior atau dewan direksi, pendekatannya telah bergeser dengan workstation terbuka dari karyawan biasa yang menghadap ke jendela. Namun, beberapa kantor sebenarnya telah menghilangkan kantor tertutup sepenuhnya, untuk menghilangkan hambatan dan untuk menyediakan komunikasi yang lebih baik antara pemimpin senior dengan anggota timnya. Ada juga ruang pertemuan terbuka informal yang biasa disebut sebagai 'area kolaborasi'.

Seiring waktu, sesuatu yang baru telah berkembang, yang disebut “tempat kerja yang gesit”. Agility akan berperan, sehingga kedepannya tidak heran jika sebuah gedung perkantoran dibagi menjadi tiga; sewa tradisional, ruang kerja bersama yang dikelola sendiri, dan ruang kerja bersama yang dikelola oleh pihak luar.

“Tempat kerja yang ideal harus menyediakan berbagai pengaturan kerja dengan fokus pada memfasilitasi konsentrasi dan kolaborasi, mendukung tim dalam pekerjaan dan kolaborasi dengan rekan kerja,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN