Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Rampung Akhir Maret 2020

Wika Gedung Gunakan Modular untuk RS Covid-19

Edo Rusyanto, Senin, 23 Maret 2020 | 18:48 WIB

Jakarta, Investor.id – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (Wika Gedung) menggunakan teknologi modular untuk pembangunan rumah sakit (RS) dan karantina Covid-19. Kini, Wika Gedung membangun dua fasilitas kesehatan terkait virus korona, yakni di Jakarta dan Pulau Galang, Kepulauan Riau.

Wika Gedung ditunjuk oleh Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) untuk Proyek Renovasi dan Alih Fungsi RSPJ Cempaka Putih, Jakarta Pusat menjadi RS Khusus Covid-19 Tahap 1. Sedangkan untuk tahap 2, anak PT Wijaya Karya tbk itu akan membangun Rumah Sakit Lapangan menggunakan Modular dengan kapasitas 90 tempat tidur. Rumah sakit modular yang berlokasi di halaman Hotel Patra Jasa Jalan Ahmad Yani, Jakarta Pusat ini, nantinya diperuntukkan sebagai observasi dengan standar karantina khusus korona di Pulau Galang, Batam.

Direktur Utama Wika Gedung Nariman Prasetyo mengatakan, pada pembangunan tahap 1 untuk renovasi dan alih fungsi RSPJ ini, pihaknya mengerjakan pekerjaan mulai dari arsitektur, instalasi MEP, dan finishing. “Sedangkan pada tahap 2 pembangunan rumah sakit lapangan, WEGE mengerjakan mulai dari struktur fondasi, arsitektur, pembangunan, MEP dan finishing,” tutur dia, dalam siaran pers, di Jakarta, Senin (23/3).

Menurut Direktur Operasi I Wika Gedung, Rudy Hartono, dalam proses renovasi dan alih fungsi RSPJ ini, pihaknya mendapat permintaan khusus untuk membuat 70 kamar (ruang) untuk 70 tempat tidur. “Rinciannya, 20 kamar Intensive Care Unit (ICU), 5 kamar Intalasi Gawat darurat (IGD) dan 45 kamar lainnya untuk ruang isolasi,” urai dia.

Dia menambahkan, tidak hanya ruang isolasi yang didesain khusus, tetapi semuanya menggunakan negative pressure room (ruang tekanan udara negatif) dan terpisah dari pasien lain untuk pengendalian penyebaran penyakit atau infeksi.

Untuk spesifikasi ruangan, Wika Gedung menggunakan sandwich panel untuk setiap plafon dan dinding, berlantai vinyl yang anti bakteria dan tahan terhadap kimia disinfektan. Pengerjaan renovasi dan alih fungsi RSPJ ini dimulai sejak 16 Maret 2020 dan direncanakan selesai 31 Maret 2020.

 

Pulau Galang

Sementara itu, Wika Gedung juga sedang membangun fasilitas Karantina Corona milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Pulau Galang dengan menggunakan teknologi modular. Sebanyak 372 unit modular telah dikirim ke lokasi melalui kapal laut di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Jumat, (13/3) dan melalui pesawat Hercules yang diberangkatkan dari Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Kamis (12/3). Karantina ini rencananya dapat menampung lebih dari 360 pasien dengan dilengkapi kurang lebih 360 tempat tidur.

“Pengerjaan karantina telah dilakukan sejak awal Maret dan ditargetkan rampung pada 28 Maret 2020,” kata Nariman.

 

Menurut Direktur Human Capital Investasi Pengembangan Nur Al Fata, rencananya dua gedung karantina ini memiliki dua lantai yang masing-masing terdiri atas ruang perawatan dengan spesifikasi satu kamar memakai empat unit modular, diisi dengan lima tempat tidur dan dua kamar mandi yang sudah disesuaikan dengan pengguna kursi roda (difable function). “Tiap gedung juga memiliki fasilitas seperti ruang sterilisasi dalam setiap koridor, ruang dokter, ruang perawat dan nurse station, ruang tindakan, ruang alat, ruang konsultasi, Gudang linen, ruang rapat dan ruang farmasi,” kata dia.

Direktur Operasi II Djaka Nugraha menambahkan, pihaknya telah merancang pembangunan fasilitas karantina secara lengkap dari akses kedatangan sampai akses evakuasi. Selain itu, menyediakan kelengkapan lainnya seperti genset dengan kapasitas 500 Kva, kabel feeder, panel distribusi, intercom, fire alarm, sound system, air conditioner, alat pemadam api ringan (apar), penangkal petir, pompa booster, dan sistem pembuangan air kotor serta tanki air bersih. Untuk pengelolaan limbah karantina ini, Wika Gedung memakai metode incinerator, yaitu pengelolaan limbah rumah sakit non cair.

Di Pulau Galang, Wika Gedung juga mendapat pengerjaan untuk merenovasi bangunan (bangsal) lama eks tempat penampungan (kamp pengungsi Vietnam) yang difungsikan sejak tahun 1979 hingga 1996. Nantinya, fasilitas kesehatan ini dipakai sebagai hunian untuk dokter, perawat, serta sarana umum seperti dapur dan laundry.

Saat ini, Wika Gedung telah membangun industri Modular yang menjadi tren teknologi konstruksi dunia sekarang dan mendatang. Modular adalah bangunan yang terdiri atas komponen buatan/rakitan pabrik (off site) menjadi panel modular. Modular juga memiliki sistem aplikasi yang mudah, cepat, dan menjadi salah satu solusi untuk mengakomodasi kebutuhan penduduk dunia akan hunian dengan mengutamakan prinsip bangunan ramah lingkungan.

Wika Gedung telah mengaplikasikan teknologi Modular di sejumlah proyek sperti Proyek Relokasi Rumah Dinas Angkatan Udara Halim, Proyek Modular Office Keet di beberapa lokasi di Indonesia, Proyek Halal Park T3 Soetta, Proyek Halal Park GBK, serta Proyek Musholla & Toilet Jakarta internasional Velodrome. Selain itu, kedepan, Wika Gedung mengembangkan modular untuk hotel, dormitory, dan rest area commercial

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN