Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Senior Associate Director, Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto

Senior Associate Director, Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto

Wisatawan Domestik Dorong Okupansi Hotel di Bali

Kamis, 7 Januari 2021 | 19:32 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pembatasan wisatawan alias turis asing maupun domestik masuk ke Bali, akibat imbas dari Pandemi Covid-19, menyebabkan kinerja hotel di Bali selama 2020 mengalami penurunan yang sangat drastis. Wisatawan domestik membantu mendongkrak kinerja perhotelan di Bali.

“Turis yang masuk ke Bandara Ngurah Rai, Bali, baik asing maupun domestik di tahun 2019 jumlahnya masih yang wajar sekitar 400-500 ribu orang setiap bulannya. Selama pandemi, tahun 2020 turis mancanegara dan domestik ikut turun cukup drastis bahkan sangat drastis,” ungkap Senior Associate Director, Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, dalam Konferensi pers virtual, Kamis (7/1).

Selain itu, kata Ferry, Bali sebagai tempat tujuan wisata Bali juga sering dijadikan sebagai tempat pertemuan bisnis pemerintah, perusahaan yang cukup tinggi. Ketika Pandemi terjadi dan adanya pembatasan kegiatan aktivitas membuat okupansi di Bali juga terkerek turun.

Tentunya, kata Ferry, dampaknya terhadap tingkat keterisian atau okupansi hotel di Bali menurun tajam dan okupansi tidak lebih dari 20% dibandingkan tahun sebelumnya yang rata-rata di atas 60%. Sehingga banyak  pengelola hotel melakukan beberapa hal untuk menekan operational cost antara lain dengan mengoperasikan sebagian gedung, menutup beberapa fasilitas hotel dan bahkan merumahkan beberapa karyawannya.

Menurut Ferry, pada bulan Agustus wisatawan domestik mulai bergerak naik dan asing masih flat, karena ada  pembatasan Bali. Kehadiran wisatawan domestik, perlu dijaga agar pasar dan kinerja perhotelan di Bali membaik.

“Agustus wisatawan domestik mulai menggeliat dan hal ini persis seperti kasus bom Bali kinerja hotel turun. Salah satunya adalah dengan menjaga wisatawan ataupun turis domestik. Domestik market itu sangat membantu untuk memulihkan pariwisata di Bali. Wisatawan Domestik menolong kinerja hotel di Bali,” katanya.

Kebijakan pemerintah terhadap pelarangan penerbangan asing dan juga mengharuskan wisatawan yang menggunakan pesawat ke Bali untuk melakukan PCR, berdampak langsung terhadap bisnis hotel.

“Hotel di Bali sampai saat ini masih berjuang, jumlah wisatawan menurun drastis. Bali sangat tergantung pada wisatawan domestik,” ujarnya.

Menurut Ferry pada tahun 2020 hanya ada 1 hotel baru yang beroperasi di Bali dan masih berjuang untuk memulihkannya. Bahkan pengelola saat ini mulai melakukan terobosan dengan promosi menginap selama 1 bulan dengan harga khusus.

Sama halnya dengan Surabaya dan jakarta melakukan beberapa hal untuk menekan operational cost antara lain adalah mengoperasikan sebagian gedungnya, menutup beberapa fasilitas hotel dan bahkan merumahkan beberapa karyawannya. “Untuk menarik wisatawan, beberapa hotel di Bali menawarkan paket menginap 1 bulan  dengan harga khusus,” kata Ferry.

Sementara proyeksi tahun 2021, kata Ferry, masih menunggu hasil penanganan kasus Covid dan hal ini akan menjadi pertimbangan bagi masyarakat khususnya dari mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia, terutama di Bali.

“Sampai dengan vaksin didistribusikan, bila pandemi dapat terkendali dan sambil menunggu pemerintah membuka pintu bagi wisatawan asing, sekarang Bali masih akan tergantung pada wisatawan domestik,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN