Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Gustav A Husein, investor anggota Komunitas Investa.

Gustav A Husein, investor anggota Komunitas Investa.

2020, Tahun Bersejarah bagi Investor Saham

Kamis, 31 Desember 2020 | 09:49 WIB
Oleh Gustav A Husein

Investor.id – Tahun 2020 menjadi tahun paling bersejarah bagi investor saham. Krisis ekonomi yang terjadi akibat pandemi virus corona telah meluluh lantakan bursa saham, yang dampaknya tak hanya mempengaruhi ekonomi, tapi juga psikologis dan mental.

Investor harus berjibaku untuk menyelamatkan portofolionya. Hari-hari dilalui dengan kecemasan karena saham-saham terus anjlok,seiring dengan kasus Covid-19 di berbagai negara yang terus meningkat. Sangat sulit rasanya melihat cahaya dalam lorong ke gelapan sejak Wuhan di lockdown pada 23 Januari 2020, dan kemudian virus baru itu merembet ke berbagai negara sehingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Covid-19 sebagai pandemi.

Awal Maret 2020, harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) longsor hingga mencapai titik terendah pada 23 Maret menembus titik psikologis di bawah 4.000, tepatnya 3.989,52. Bandingkan dengan Indeks Harga Saham di awal tahun yang bertengger di atas 6.000, pada 2 Januari 2020 di level 6.283,58.

Cahaya mulai membersit di lorong yang gelap setelah ada kemajuan dalam perkembangan vaksin dan terpilihnya Joe Biden dalam Pemilihan Presiden AS. Meski sebelumnya banyak stimulus yang digelontorkan oleh berbagai negara untuk merestorasi ekonominya, tapi efeknya di pasar saham hanya sesaat.

Sentimen vaksin dan Biden membuat cahaya semakin terang pada September dan November 2020, yang membuat investor saham mulai bisa mengembangkan senyum menikmati lonjakan kenaikan harga saham.

Optimisme  dari dalam negeri juga menyengat pasar dengan berbagai langkah pemerintah untuk membalikkan arah pendulum ekonomi pemulihan. Berbagai aksi korporasi dari merger dan akuisisi, serta pembentukan Sovereign Wealth Fund , membuat saham-saham makin bergairah. Juga rencana pemerintah untuk membuat pabrik baterai lithium yang diperhitungkan dunia, serta lonjakan harga komoditas.

Bagi investor saham sejati, harus memahami bahwa krisis besar adalah juga peluang besar. Di tengah kekhawatiran, ketakutan, dan kepanikan karena virus terus menjalar secara eksponensial, ada harapan terjadinya game changer setelah sejumlah negara melakukan vaksinasi.

Kekhawatiran Vs Harapan

Hari-hari berlalu dalam menjalani tahun 2020 yang penuh gejolak. Terjadilah suasana campur baur antara ancaman dan harapan. Masing-masing sibuk mengendalikan portofolio dan bersiap menjemput harapan.

Ternyata harapan muncul timbul tenggelam. Seperti udara puncak gunung yang penuh kabut. Setiap cercah cahaya matahari adalah harapan kehangatan. Namun kabut selalu datang lagi dan datang lagi. Setelah vaksin datang, virus Covid-19 varian baru muncul sehingga banyak negara kembali melakukan lockdown.

Dunia penuh ketidak pastian. Suasana seperti ini telah berlangsung berbulan-bulan, tetapi investor sudah terbiasa menggunakan strateginya dengan gaya masing-masing untuk menjadi pemenang dalam pergulatan pasar dengan volatilitas sangat tinggi.

Bukan main...bukan main.

Terlepas dari soal untung atau rugi, saya selalu memantau dan aktif di bursa disaat ada gejolak. Karena bagi saya melewati gejolak atau krisis adalah puncak dari proses pelatihan. Proses yang tak bisa direkayasa, bahkan oleh para bandar super sekalipun.

Pengalaman hidup di bursa selama krisis, adalah proses pematangan. Tak hanya teknik dan metoda. Tapi juga pematangan prinsip dan sikap. Proses pendidikan dan pelatihan dalam suasana bergejolak atau krisis tak akan bisa diajarkan oleh lembaga pendidikan manapun juga.

Karena itu, selama pandemi ini, saya tiap hari memantau layar monitor dan status portofolio saya. Lalu ikut bergumul dalam tiap-tiap ancaman dan harapan. Sungguh hari-hari yang ketat, intens.

Foto ilustrasi: Tren bearish (beruang) vs bullish (banteng)
Foto ilustrasi: Tren bearish (beruang) vs bullish (banteng)

Berdamai dengan Fluktuasi
Dalam kondisi ketidakpastian, saya memutuskan untuk berdamai dengan fluktuasi, bahkan mengubah tantangan itu untuk menjadi peluang meraih keuntungan.

Pengalaman mengajarkan saya, saat Wuhan Lockdown pada 23 Januari saya jual semua portofolio sehingga dalam posisi full cash. Posisi ideal dalam suasana krisis, Cash is King. Begitu kata orang.

Namun apa yang terjadi, ternyata ombak fluktuasi harga terus saja datang dan pergi dengan luar biasa, sehingga saya mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan gelombang dan debur ombaknya. Warna merah di porto mundar mandir datang dan pergi. Dan ini berlangsung terus menerus berbulan bulan. Periode yang sangat intens dan seru.

Setiap hari penuh dengan gerak langkah menghindari bahaya dan menangkap peluang. Seru, tegang, tapi menguatkan. Saya percaya, setiap keberhasilan menghindari bahaya adalah penguatan.

Krisis 2020 akibat Covid ini, juga membuat saya makin sadar betapa bermanfaatnya fasilitas bisnis di dalam bursa. Tentu bagi yang bisa menyesuaikan diri.

Modal kerja di bursa adalah modal yang cair. Likuid. Bisa ditarik balik, kapan saja.
Saat pandemi, tentu modal di bisnis lain terkunci untuk sementara dalam bentuk aset tetap atau fasilitas bisnis lainnya, atau juga janji-janji pembayaran yang tertunda.

Namun modal di bursa tetap lincah menyesuaikan diri. Cepat berganti rupa. Dari saham menjadi uang tunai yang siap dipakai. Dan saya bisa hidup baik-baik tanpa khawatir akan kesulitan cash. Sungguh terasa manfaatnya.

Krisis pandemi 2020 mengajarkan pada saya, betapa berbisnis di bursa adalah satu fasilitas ekonomi yg luar biasa. Bukan tentang jumlah profitnya, tapi tentang way of life yang sangat fleksibel dan merdeka.

Fleksibilitas yang di antaranya memungkinkan saya hidup di masa pandemi jauh dari masyarakat ramai, tiap hari bergaul dengan cucu pertama saya, di alam bebas merdeka, langit bersih, matahari dan udara samudra di Bali.

Bagi saya inilah kemewahan. Bukan soal aset yang diharapkan selalu naik jumlahnya. Tapi soal hidup yang betul-betul merdeka.

Berbisnis di bursa, selayaknya tidak menjadi tujuan jangka pendek. Tapi layak menjadi tujuan jangka panjang untuk dijalani seumur hidup guna mendapatkan kualitas hidup yang unik.

Tetaplah tinggal di Bursa. Stay. Tetap berenang, terus berenang, jaga saja jangan sampai tenggelam. Tentu akan tumbuh sirip yang menguatkan. Saya merasa berbahagia bisa melewati suasana bursa 2020 dengan selamat.

Semoga pada tahun baru vaksinasi berjalan sukses, lalu tak ada lagi pandemi seperti ini. Semoga hari-hari kita kembali wajar dan normal seperti dulu. Amin.

*** Gustav A Husein, investor anggota Komunitas Investa.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN