Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua LP3M Investa, Hari Prabowo, pengamat pasar modal

Ketua LP3M Investa, Hari Prabowo, pengamat pasar modal

KOPI PAGI

Evergrande "Mendingin", IHSG "Menghangat"

Jumat, 24 September 2021 | 07:59 WIB
Oleh Hari Prabowo

Investor.id - Sepekan terakhir IHSG kita tumbuh 0,52% ke posisi 6142 dan sempat menyentuh posisi terendahdi level 5996.

Krisis pengembang raksasa di China, Evergrande, yang terancam default dengan utang sekitar US$ 300 miliar atau setara dengan Rp 4.200 triliun, telah memicu kekhawatiran terjadinya domino effect seperti tahun 2008 ketika Lehman Brothers ambruk.

Evergrande kini berjuang untuk memenuhi pembayaran bunga atas utangnya. Ketidakpastian ini telah membuat harga saham Evergrande jatuh dan obligasinya juga telah diturunkan oleh lembaga pemeringkat kredit global. 

Jika ditelusuri lebih jauh, efek Evergrande tidak seseram kasus krisis subprime mortgage pada 2008 yang membuat Lehman Brothers kolaps. Minimal, tumpukan utang Evrgrande jauh lebih kecil dibanding Lehman Brothers yang menimbulkan efek domino.

Yang menggembirakan, pemerintah China tidak tinggal diam atas krisis yang ditimbulkan Evergrande. People's Bank of China (PBOC), mengambil langkah cepat dengan menyuntikkan sejumlah dana ke sistem perbankan negara sebesar 90 miliar yuan (US$ 14 miliar atau setara Rp 199,4 triliun).

Meskipun demikian, masih ada ketidakpastian terkait komitmen Evergrade dalam membayar kupon bunga yang jatuh tempo. Investor global masih menunggu apakah perusahaan akan membayar bunga $83 juta pada obligasi berdenominasi dolar AS yang jatuh tempo pada hari Kamis.

Meredanya kekhawatiran efek Evergrande, dan juga sinyal Federal Reserve untuk mempertahankan stimulus moneter saat ini sedikit lebih lama membuat pasar bergairah kembali dari sebelumnya juga sempat "tersungkur". Demikian harga beberapa komoditas yang naik kembali.

Bursa memang sangat sensitif terhadap berita yang bisa mempengaruhi perekonomian, karena keterbukaan sistem keuangan antar negara. Jadi jangan heran jika IHSG juga bisa terpengaruh faktor eksternal. Investor saham memang dituntut untuk mengetahui berita-berita terbaru baik dari dalam dan luar negeri sebagai bahan analisa.

Setelah kasus Evergande mendingin, saya optimistis IHSG akan cenderung melaju keatas menuju indeks "konsesus" yaitu 6500 di akhir tahun 2021. Semakin surutnya kasus aktif Covid-19 di Indonesia tentu akan membuat sektor ekonomi bangkit lebih cepat.

Saham yang layak dicermarti antara lain sektor infrastruktur yang akan kembali "bekerja" mengejar ketinggalan setahun terakhir. Selain itu sektor konsumsi juga layak sebagai obyek investasi menengah.

Perhatikan WSKT, WIKA, SMGR, UNVR, JPFA, MAIN. Buat yang suka trading saham lapis tiga yang sifatnya "temporer" ada DSFI, DYAN, ELSA, SOCI dan ISSP.

*** Hari Prabowo: Ketua LP3M Investa, pengamat pasar modal.

 

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN