Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hasan Zein Mahmud, Dirut PT Bursa Efek Jakarta (1991-1996), mentor Komunitas Investa.

Hasan Zein Mahmud, Dirut PT Bursa Efek Jakarta (1991-1996), mentor Komunitas Investa.

Efek Krisis Energi pada Pasar Keuangan, Cermati Rotasi Sahamnya

Sabtu, 9 Oktober 2021 | 10:36 WIB
Oleh Hasan Zein Mahmud

Investor.id - Sensasi supercycle commodity belum menunjukan tanda-tanda mereda. Setelah mengalami koreski tajam Rabu dan Kamis, Jum'at kemarin harga batubara kembali naik.

Di ICE Newcastle kontrak Oktober ditutup pada USD 238.6 naik dari USD 231.9 sehari sebelumnya. Sementara kontrak November ditutup pada USD 225,75. Masih bertengger jauh di atas USD 200.

Harga gas alam sudah naik berlipat lipat (yoy). Harga minyak bumi terus merambat naik selama 7 minggu berderet. Pada penutupan Jumat 08 Oktober, Brent (USD 82.4 per barel) sudah naik hampir 15% selama satu bulan terakhir, sudah naik hampir 60% sejak awal tahun. Dengan pola trend serupa, WTI (USD 79.58 per barel) sudah naik 16% selama sebulan terakhir dan naik hampir 64% sejak awal tahun.

Cuaca buruk, banjir dan longsor di provinsi Shanxi - pusat tambang batubara China - memaksa puluhan tambang tutup. Pasokan Rusia dan Kolumbia ke Eropa makin terbatas.

Beban kenaikan biaya energi mulai menghantui rumah tangga Inggris danUni Eropa ( EU). China melakukan rolling black out. Hampir 50% pembangkit di India yang menggunakan batubara, kini kehabisan persediaan.

Ada dua hal yang mendorong pergeseran rantai pasok energi. Pandemi dan transisi energi fosil ke green energy. Yang disebut belakangan itu, menurut hemat saya, paling bertanggung-jawab terhadap "menggilanya" harga produk energi. Ketika sarana dan prasarana "clean energy" belum sepenuhnya siap, sarana pemenuhan energi konvensional, mulai banyak ditinggalkan.

Walaupun dengan gelombang yang lebih kecil, saya memperkirakan harga minyak bumi akan mengikuti pola gas alam dan batubara. Gejalanya sudah kelihatan jelas. Harga minyak bumi kini mencapai tingkat tertinggi selama tujuh tahun terakhir.

Efek ke Pasar Keuangan
Mahalnya harga energi, perkiraan saya, akan mempengaruhi ekonomi dan pasar keuangan dari dua sisi. Secara langsung, biaya energi akan mempengaruhi daya beli masyarakat, menaikkan ongkos produksi dan transportasi, memacu inflasi. Walau boleh jadi tidak berpengaruh signifikan terhadap potensi pertumbuhan ekonomi.

Secara tidak langsung, bersamaan dengan tapering off The Fed serta alotnya pembahasan debt ceiling di Amerika Serikat, akan mengerek imbal hasil obligasi. Yield 10 year Treasury Jumat kemarin ditutup naik pada 1.613%. Sudah naik tinggi dibandingkan 1.463% di awal pekan.

Saya memperkirakan yield tersebut akan terus naik. Boleh jadi menembus angka 2%. Apalagi kalau periode interest rate hike dimulai tahun depan. Memukul harga saham, menaikkan biaya dana.

Bagi Indonesia, kenaikan yield trasury akan menambah beban dalam pembayaran bunga utang luar negeri, mempertahankan stabilitas rupiah, dan menahan capital outflows dari surat berharga negara.

Bursa saham Indonesia, menurut saya, justru akan menuai dampak positif. Kenaikan harga komoditas, lukratif bagi masuknya dana asing. Selain itu, akan terjadi pergeseran dari masuk lewat SBN ke saham saham.

Bagi traders dan investor di bursa, saatnya menguji kelihaian "jurus geser". Pelototi saham saham energi dan komoditas. Selain itu juga saham saham yang masuk ke kelompok cyclical stocks. Interest rate sensitive stocks. Durable consumers goods. Properti, otomotif dan kawan kawan.

Asah 4C. Cara Cerdas Cari Cuan

*** Hasan Zein Mahmud: Direktur Utama PT Bursa Efek Jakarta (1991-1996) , mentor Komunitas Investa, pemerhati pasar modal.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN