Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM) Lana T Koentjoro ( (kanan) bersama salah satu peserta Pameran UMKM Perempuan di Makasar, Sulawesi Selatan.

Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM) Lana T Koentjoro ( (kanan) bersama salah satu peserta Pameran UMKM Perempuan di Makasar, Sulawesi Selatan.

Inklusi Keuangan Perempuan, Growing to Blossom

Selasa, 2 November 2021 | 08:02 WIB
Oleh Lana T Koentjoro

Investor.id - Peran perempuan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bagi kemajuan bangsa Indonesia tidak bisa lagi dipadang sebelah mata. Presiden RI, Joko Widodo, dalam pidato KTT G20 dengan tegas menyampaikan bahwa UMKM dan bisnis milik perempuan akan menjadi prioritas pemerintah untuk membangun sendi utama perekonomian.

Presiden menyebut bahwa G20 harus terus mendorong penguatan peran UMKM dan perempuan. Salah satunya aksi nyata yang telah dilakukan Pemerintah RI adalah meningkatkan inklusi keuangan UMKM dan perempuan.

Presiden RI menyebutkan bahwa Indeks keuangan inklusif Indonesia telah mencapai 81% dan ditargetkan menjadi 90% pada Tahun 2024.

Khusus untuk pengusaha perempuan mikro dan ultra-mikro, Indonesia mengembangkan skema pemodalan khusus yang disebut program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang dalam bahasa Inggris berarti " to grow, to blossom untuk melambangkan semangat bagi tumbuh berkembangnya peran ekonomi perempuan.

Permodalan Nasional Madani Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar) merupakan layanan permodalan berbasis kelompok. Layanan ini yang diperuntukkan bagi perempuan prasejatera pelaku usaha ultra mikro.

Sebagai perempuan yang mewadahi komunitas Perempuan Indonesia Maju (PIM), saya sangat berbangga mendengar pidato Presiden untuk memajukan kaum perempuan.

Transformasi ekonomi UMKM ke arah digitalisasi menjadi kunci kesuksesan bisnis. Selama pandemi, 8,4 juta UMKM Indonesia telah memasuki ekosistem digital, termasuk UMKM perempuan.

Perempuan menjadi salah satu subjek atau pelaku utama dalam strategi keuangan inklusif melalui Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang diluncurkan Pemerintah pada 2020. Strategi edukasi, literasi, dan inklusi keuangan, terus dilakukan agar tercipta masyarakat yang well literate dan financially inclusive yang pada akhirnya turut mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia.

Penelitian yang dilakukan United Nation Development Programme (UNDP) dan Universitas Indonesia menemukan fenomena unik pada UMKM di Indonesia. Berdasarkan riset, UMKM yang dikelola oleh perempuan ternyata lebih mampu bertahan dan beradaptasi dengan teknologi digital selama pandemi.

Ketua Umum DPP PIM Lana T Koentjoro (kiri) Ibu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali Ibu Ni Luh Made Wiratmi (tengah) dan Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Ditjen IKP
Ketua Umum DPP PIM Lana T Koentjoro (kiri) Ibu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali Ibu Ni Luh Made Wiratmi (tengah) dan Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Ditjen IKP Kementerian Kominfo Septriana Tangkary (kiri) usai membuka Bazaar PIM Cabang Bali.
 

Literasi dan Inklusi Keuangan

PIM ikut berkontribusi dalam melakukan literasi keuangan bagi kaum perempuan. Bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PIM terus mengadakan diskusi dalam acara literasi digital.

Selain itu, PIM terus mengedukasi perempuan agar lebih mandiri dalam menjalankan bisnis. Kemandirian ekonomi perempuan meningkatkan akses perempuan kepada dunia kerja dan usaha sesuai minat, bakat, kondisi dan pengalaman kerjanya dengan memanfaatkan teknologi digital.

PIM berharap, penciptaan ekosistem yang ramah perempuan melalui saluran distribusi keuangan dan fasilitas perantara akan terus meningkat. Dengan demikian, akses perempuan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi semakin terbuka lebar.

Sudah saatnya perempuan berdaya saing, dalam bisnis, dan lingkungan kerja. Literasi, perempuan akan mempercepat akselerasi inklusi keuangan, seperti seruan Presiden Jokowi dalam KTT G20 untuk memberdayakan perempuan bagi kemajuan UMKM dan ekonomi Indonesia..

Inspirasi Grameen Bank di Banglades, yang sukses memberdayakan perempuan dan ekonomi negara tersebut, harus menjadi semangat bersama masyarakat Indonesia. Sudah saatnya binis UMKM perempuan growing, to blossom.

***Lana T Koentjoro, Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM), Socialpreneurship

 

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN