Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Main hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Hari ini empat emiten serentak IPO.  Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR

Main hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Hari ini empat emiten serentak IPO. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Listing Bareng Empat Emiten, Mana Untung, Mana Buntung?

Senin, 6 Desember 2021 | 07:06 WIB
Oleh Hari Prabowo

JAKARTA, Investor.id - Hari ini empat emiten bersamaan listing di BEI, yakni PT Cisarua Mountain Dairy Produsen Susu premium Cimory Tbk (CMRY), PT Jaya Swarsa Agung Tbk (TAYS), PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP), PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH).

Investor pemburu saham IPO yang telah memperoleh penjatahan menanti dengan harap-harap cemas, apakah sahamnya naik atau turun pada hari pertama listing.

Ada tiga kemungkinan harga saham akan terbentuk saat listing di bursa :

1. Langsung naik tinggi dari harga perdananya bahkan bisa langsung ARA, kondisi ini biasanya jika penjatahan yang diperoleh investor sangat sedikit dibanding jumlah pesanannya dan harga perdananya pada harga tertinggi pada saat penawaran.

2. Harga sahamnya langsung turun drastis dari perdananya bahkan sampai ARB saat listing, hal ini biasanya jika penjatahannya dipenuhi semua sesuai jumlah pesananannya, dan harga perdananya pada harga terendah saat penawaran.

3. Harga saham saat listing naik atau turun tidak drastis namun dalam jumlah presentasi terukur (di bawah 10%), biasanya jika penjatahannya sekitar 50% dari jumlah pesanannya.

Sekalipun hal tersebut tidak mutlak namun secara historis banyak saham IPO yang listing harganya bergerak seperti kriteria tersebut. Kini tinggal investor bisa mengukur dan memprediksi masing-masing dengan jumlah penjatahan maupun harga perdananya.

Dari pengamatan saya bahwa hasil penjatahan ke empat saham yang hari ini listing masing-masing CMRY (sekitar 80%), TAYS (antara 5% sd 29%), WMPP (100%) dan WGSH (antara 5% sd 10%).

Bahkan untuk kode saham WMPP ini jumlah yang dilepas jumlahnya turun hanya sekitar 15% dari rencanya sebelumnya 25% sehingga dana yang diperoleh Rp 707 miliar dari target Rp1,8 triliun.

Dari data tersebut mari kita lihat saham mana yang kasih cuan dan mana yang buntung saat listing nanti. Apakah harganya sesuai dengan kriteria seperti tersebut atau tidak, hal ini hanya untuk pengalaman bagi investor dalam memprediksi harga saat listing. Jika sesuai dengan data maka saham yang paling beresiko WMPP

Namun jangan lupa, bahwa peran penjamin emisi juga penting untuk "menjaga" harga saat listing dan beberapa hari kemudian. Penjamin emisi yang mempunyai kontrak full commitment atau penjaminan penuh tentu akan membeli sisa saham yang tidak terserap saat penawaran umum (IPO) sehingga wajar jika penjamin emisi berkepentingan juga atas harga saham saat listing.

Hari Prabowo, Ketua LP3M Investa, pengamat pasar modal.
Hari Prabowo, Ketua LP3M Investa, pengamat pasar modal.

Nah, kini tinggal tujuan investor membeli saham saat IPO untuk tujuan investasi jangka panjang atau sekedar spekulatif untuk dijual saat awal listing.Bila investor bertujuan jangka pendek maka ketika harganya turun saat listing akan kecewa dan jika panik dan ramai-ramai menjualnya maka harga dibursa semakin anjlok.

Namun jika penjamin emisi "turun tangan" dan tidak mau harga dirinya ikut jatuh, bisa saja penjamin emisi menampung setidaknya tidak turun di bawah harga perdananya, sukur masih bisa naik.

*** Hari Prabowo: Ketua LP3M Investa, pengamat pasar modal.
 

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN