Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lana T Koentjoro, Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM), Socialpreneurship

Lana T Koentjoro, Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM), Socialpreneurship

MEMPERINGATI HARI IBU

Digiwomen for Indonesia

Rabu, 22 Desember 2021 | 08:04 WIB
Oleh Lana T Koentjoro

JAKARTA, Investor.id – Peran perempuan dalam pembangunan nasional makin diperhitungkan, mulai dari membentuk keluarga hingga perannya dalam politik, bisnis, dan berbagai aspek kehidupan bangsa.

Tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu, hari bersejarah yang diharapkan bisa menyalakan semangat perempuan Indonesia untuk menjadi salah satu motor penggerak (agent of change), di tengah transformasi industri di era digitalisasi.

Revolusi di bidang teknologi informasi bergerak dengan kecepatan sangat tinggi, menuntut semua pihak untuk beradaptasi agar bisa survive bahkan menjemput peluang di era digitalisasi.

Industri 4.0 ada di depan mata, antara lain ditandai dengan Internet of Things (IoT), Industrial Internet of Things (IioT), Sistem fisik siber (CPS), artificial intelligence (AI), dan sebagainya.

Bahkan saat ini dunia digegerkan dengan rancangan segera hadirnya dunia metaverse, dunia robot. Istilah Metaverse mengacu pada dunia virtual 3D di mana semua aktivitas dapat berlangsung dengan bantuan layanan virtual-reality.

Perempuan Indonesia Maju (PIM) harus tanggap terhadap perubahan yang sangat cepat ini dan menjadikan tantangan tersebut sebagai peluang untuk mengembangkan usahanya. UMKM yang banyak digeluti oleh perempuan harus bisa menjemput peluang di era digitalisasi dengan memanfaatkan platform digital untuk memajukan usahanya.

Digiwomen for Indonesia, adalah alat dan dukungan kewirausahaan digital untuk pengusaha wanita Indonesia. Ini perlu terus menerus dikembangkan agar pengusaha perempuan mampu memenangkan pasar di era digital.

PIM berkontribusi dan terus melakukan pelatihan dan bimbingan yang disesuaikan dengan kebutuhan digitalisasi wirausahawan wanita, membantu mereka mengatasi hambatan yang dihadapi dalam menerapkan teknologi informasi.

Langkah konkret dilakukan PIM melalui penandatanganan kerjasama dengan Pertamina Foundation (PF) untuk program PF Womenpreneurship Couching Series. Tujuannya adalah mengembangkan kewirausahaan UMKM Perempuan yang unggul, modern, berdaya saing pasar, memiliki jaringan luas dan sinergi dengan dunia usaha terutama untuk akses permodalan dan pemasaran.

Dengan ikut coaching series ini diharapkan UMKM perempuan dapat mengembangkan kualitas produk menjadi premium dan berorientasi export. Karena PIM juga telah mempunya link pasar internasional melalui jaringan PIM USA dan PIM Eropa sebagai bagian dari program promosi PIM divisi sosial budaya dan pariwisata.

Selain itu, PIM juga melakukan kerjasama dengan Telkomsel berupa penyediaan Aplikasi 99% Usahaku kepada UMKM yang digawangi para perempuan yang bergabung dengan PIM.

Penguatan UMKM Perempuan

Sebagai perempuan, kita sangat bersyukur karena Presiden RI memberi perhatian besar terhadap kemajuan perempuan. Dalam KTT G-20, belum lama ini, Presiden dengan tegas menyampaikan bahwa UMKM dan bisnis milik perempuan akan menjadi prioritas pemerintah untuk membangun sendi utama perekonomian.

Presiden menyebut bahwa G20 harus terus mendorong penguatan peran UMKM dan perempuan. Salah satunya aksi nyata yang telah dilakukan Pemerintah RI adalah meningkatkan inklusi keuangan UMKM dan perempuan.

Transformasi ekonomi UMKM ke arah digitalisasi menjadi kunci kesuksesan bisnis. Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah menargetkan untuk menghadirkan 30 juta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMK) pada 2024.

Saat ini, tercatat ada 15,9 juta UMKM yang sudah terhubung di ekosistem digital, naik 100% dibandingkan sebelum pandemi sekitar 8,4 juta UMKM yang telah memasuki ekosistem digital, termasuk UMKM perempuan. Untuk meningkatkan digitalisasi UMKM perempuan, dilakukan kerja sama dengan e-commerce di berbagai daerah.

Perempuan menjadi pelaku utama dalam strategi keuangan inklusif keuangan yang dilakukan pemerintah. Melalui edukasi dan literasi, diharapkan tercipta masyarakat yang well literate dan financially inclusive yang pada akhirnya turut mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia.

Hal yang menarik, penelitian yang dilakukan United Nation Development Programme (UNDP) dan Universitas Indonesia menemukan fenomena unik pada UMKM di Indonesia. Berdasarkan riset, UMKM yang dikelola oleh perempuan ternyata lebih mampu bertahan dan beradaptasi dengan teknologi digital selama pandemi.

Ini merupakan pijakan kuat untuk gerakan Digiwomen for Indonesia . Langkah tersebut semestinya menjadi concern semua stakeholder untuk memajukan perempuan agar bisnisnya berkembang, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi RI, dan rakyat menjadi makin sejahtera. "Selamat Hari Ibu dari Perempuan Indonesia Maju."

*** Lana T Koentjoro, Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM), Socialpreneurship

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN