Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lana T Koentjoro, Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM), Socialpreneurship

Lana T Koentjoro, Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM), Socialpreneurship

Peran Penting Perempuan untuk Ekonomi Hijau

Senin, 24 Januari 2022 | 08:39 WIB
Oleh Lana T Koentjoro

JAKARTA, Investor.id – Kesadaran untuk merawat bumi menjangkiti insan di seluruh dunia. Fenomena perubahan iklim ekstrem, pemanasan globlal, seringnya terjadi bencana alam, telah menyadarkan manusia tentang perlunya menjaga lingkungan.

Ekonomi hijau (green economy) menjadi alternatif untuk mengembalikan kerusakan lingkungan agar generasi saat ini bisa mewariskan lingkungan yang sehat untuk generasi mendatang. Green Economy adalah sistem ekonomi yang mengutamakan pembangunan berkelanjutan dan keseimbangan lingkungan.

Presidensi G20 dimana Indonesia akan menjadi tuan rumah juga akan mengusung tema tentang kebijakan pemerintah yang kini lebih berorientasi menuju ekonomi hijau (green economy). Di Glasgow, Presiden Joko Widodo telah memaparkan roadmap yang menguraikan transisi Indonesia menuju masa depan yang rendah emisi dan berketahanan iklim.

Perempuan mempunyai peran sangat penting dalam kampanye ekonomi hijau ini. Pola green economy bisa dimulai di tingkat rumah tangga. Misalnya seorang ibu selalu menggunakan barang-barang yang aman bagi keluarga, seperti tidak menggunakan wadah berbahan plastik, mengurangi penggunaan barang-barang yang hanya menambah jumlah sampah, dan diganti dengan barang-barang daur ulang.

Perempuan tidak hanya menawarkan konsep ekonomi berwawasan lingkungan di rumah tangganya, tapi bisa menularkan ke kelompok perempuan lainnya, terlebih lagi kini banyak terbentuk komunitas perempuan. Sebab, pada dasarnya perempuan punya potensi besar menjadi konsumen sekaligus produsen ‘hijau’ yang berwawasan lingkungan.

Perempuan juga bisa terlibat dalam lembaga lokal pengelola lingkungan hidup, asalkan diberi akses dan kepercayaan mengelola program pengelolaan lingkungan hidup.

Peran Perempuan

Dalam sisi bisnisn (produsen), perempuan bisa membuat kerajinan tangan dari bahan-bahan yang sudah didaur ulang. UMKM perempuan yang tersebar di berbagai daerah bisa memproduksi tas, sepatu, hiasan, dan sebagainya dari bahan plastik yang sudah didaur ulang.

Green Economy diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, akan menghasilkan peningkatan kesejahteraan dan kesetaraan manusia. Dengan memanfaatkan konsep green economy, diharapkan proses produksi dari bahan mentah sampai produk akhir dikirimkan benar-benar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, tidak hanya bagi ketahanan ekonomi, tetapi juga keseimbangan ekosistem.

Indonesia memiliki potensi yang sangat besar jika perempuan dilibatkan secara optimal dalam pembangunan ekonomi hijau. Perempuan mengisi hampir setengah dari populasi Indonesia, yang berarti setengah dari potensi bangsa ini.

Berbagai studi menunjukkan bahwa  perempuan dan kelompok marjinal adalah pihak yang paling rentan terdampak oleh perubahan iklim, dikarenakan terbatasnya akses mereka terhadap aset, pelayanan publik dan proses pengambilan keputusan (World Bank 2011). Oleh karena itu pemberdayaan perempuan menjadi sangat penting dalam transisi ekonomi hijau untuk memastikan manfaatnya dirasakan oleh komunitas.

Membuka akses perempuan kepada lapangan kerja yang hijau dapat meningkatkan kapasitas perempuan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pemberdayaan perempuan akan meningkatkan pendapatan rumah tangga, meningkatkan kualitas gizi, pendidikan, dan kesehatan anak.

Komunitas Perempuan Indonesia Maju (PIM) mengajak para perempuan, dan para womenpreneur UMKM di Indonesia untuk mengambil peran dalam isu global tentang pentingnya ekonomi hijau.

Era ekonomi eksploitatif sudah waktunya ditinggalkan dan beralih pada binis usaha yang berkelanjutan dan ramah lingkungan (green investment). Masyarakat global semakin peduli bisnis semacam ini karena memiliki nilai lebih, dari sisi keekonomian dan lingkungan.

Di sektor keuangan, gerakan ekonomi hijau juga terus bergulir. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merilis Roadmap Tahap II Keuangan Berkelanjutan untuk mempercepat penerapan prinsip lingkungan, sosial dan tata kelola di Indonesia.

Roadmap Keuangan tahap II berfokus pada penciptaan ekosistem keuangan berkelanjutan secara komprehensif, dengan melibatkan seluruh pihak terkait dan mendorong pengembangan kerja sama dengan pihak lain.

Gerakan ekonomi hijau merupakan tantangan sekaligus peluang bagi womenpreneur UMKM. Jika pasar sudah bergerak ke sana, mengapa kita tidak? Perempuan Indonesia Maju mengajak semua stake holders untuk mengkapanyekan ekonomi hijau. Selamatkan lingkungan, selamatkan bumi ini agar generasi mendatang bisa mengecap kehidupan yang lebih baik.

*** Lana T Koentjoro, Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM), Socialpreneurship

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN