Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua LP3M Investa, Hari Prabowo, pengamat pasar modal

Ketua LP3M Investa, Hari Prabowo, pengamat pasar modal

Perilaku Investor dan Analisa Berita Perang

Jumat, 18 Februari 2022 | 07:53 WIB
Oleh Hari Prabowo *) (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Analisa fundamental dan teknikal nampaknya sedang kalah pamor dengan analis politik dan keamanan yang saat ini sedang menjadi fokus ketegangan Rusia dan Ukraina.

Indeks saham bursa global dan harga komoditas bergelombang naik turun mengikuti ritme berita ancaman perang.

Advertisement

Fundamental perusahaan yang tercermin pada Laporan Kuangan akhir tahun 2021 yang sudah banyak di publikasikan saat ini seakan tak digubris oleh investor. Investor lebih konsen dengan berita perang sebagai dasar pengambilan keputusan investasinya.

Sayangnya, berita perang itu setiap saat berganti antara kemungkinan terjadi perang atau tidak. Jika berita semakin memanas maka indeks bursa dunia ikut terbakar dan sebaliknya jika mendingin indeks bursa juga langsung bergerak positif.

Inilah konsekuensi investasi di saham, harga bisa bergerak kapan saja jika ada berita penting yang relevan dengan investasi. Investor memang dituntut untuk lebih sering mengikuti berita yang berkembang.

Faktor keamanan terutama ancaman perang memang menjadi salah satu yang paling ditakutkan investor. Jika terjadi perang saat ini dengan persenjataan yang demikian canggih bisa meluluh lantakkan negara dalam sekejap. Investor tentu risau dengan kekayaannya sehingga berupaya menyelematkan ke bentuk investasi yang relatif aman, salah satunya biasanya mereka membeli emas.

Strategi investasi jangka panjang investasi saham nampaknya kurang pas saat ini karena jika terjadi perang maka perekonomian juga akan ikut hancur dan butuh waktu lama untuk bangkit lagi.

Trading pendek mungkin lebih cocok saat ini, sehingga bisa "keluar masuk" sambil nenyesuaikan berita yang baru.

Meski secara umum perang akan menghancurkan ekonomi namun dalam jangka pendek tidak semua saham akan turun harganya. Saham sektor tertentu mungkin malah bisa naik seperti saham berbasis minyak, emas, nikel, perak, farmasi.

Seperti ketika pandemi mengganas beberapa waktu lalu maka saham farmasi dan rumah sakit malah naik tinggi harganya.

Buat investor saham yang ingin tetap aktif trading mungkin bisa memilih saham yang bisa bergerak positif ketika berita perang memanas seperti ANTM, TINS, ELSA, MEDC, PTRO, AKRA, ADRO. Bisa juga pilih saham dengan aksi korporasi atau sektor yang selama ini belum naik signifikan, seperti saham BRMS, ENRG, POLY, DSFI, PWON CTRA.

Kita berharap perang tidak terjadi dan pimpinan negara-negara besar lebih arif berpikir demi keselamatan dunia.

Tetap pantau setiap perkembangan namun tetap tenang dan jangan panik menyikapi berita negatif sekalipun. Itulah salah satu kunci sukses investor.

*) Hari Prabowo: Ketua LP3M Investas, pengamat pasar modal

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN