Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lucky Bayu Purnomo: ekonom dan praktisi pasar modal.

Lucky Bayu Purnomo: ekonom dan praktisi pasar modal.

Memahami Price Discovery dari Melesatnya Harga Minyak

Senin, 28 Februari 2022 | 10:39 WIB
Oleh Lucky Bayu Purnomo *) (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Menguatnya harga minyak dunia di awali sejak bulan Januari 2022, dimana momentum tersebut di sertai dengan apresiasi pasar terhadap menguatnya harga emas dan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Trend menguatnya harga minyak dunia pada bulan Februari tidak terlepas dari sentiment yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, dimana Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara resmi mengumumkan status darurat militer pada tanggal 24 Februari 2022 pagi waktu setempat terkait dengan serangan militer yang di lakukan Rusia.

Advertisement

Kondisi tersebut menyebabkan ke khawatiran pada sejumlah negara, termasuk Indonesia dengan pelemahan yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) yang di buka pada level 6,912 kemudian di tutup pada level 6,817.

Di sisi lain, harga minyak dunia melesat hingga menguji level 98 USD/Barrel dari level pembukaan 92 USD/Barrel. Sementara harga emas mengalami kenaikan dari angka pembukaan perdagangan 1,911 USD/Troy Ounce dan di tutup pada 1,925 USD/Troy Ounce pada hari yang sama.

Lebih jauh, beberapa saham yang bergerak di sektor pertambangan mengalami kenaikan, hingga salah satu saham yang bergerak di sektor pertambangan & energi, khusus nya ekpolorasi minyak bumi, yaitu saham PT. Medco Energi Internasional (MEDC), berhasil menguat sebesar +13,39%, yang di tutup pada harga Rp 635/lembar saham.

Dari keterangan di atas, maka dapat di simpulkan bahwa transaksi yang terjadi pada pasar terbuka menjelaskan adanya perbedaan antara kenaikan harga minyak dunia, kenaikan harga emas, kenaikan salah satu perusahaan eksplorasi minyak bumi, yaitu PT. Medco Energi Internasional (MEDC) dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kondisi tersebut dapat memberikan sinyal positif transaksi, oleh karena kondisi pasar tawar menawar secara terbuka berada dalam kondisi yang berbeda dengan temuan secara mayoritas kinerja pasar dan kinerja transaksi berada dalam kondisi menguat di hari yang sama.

Ini dapat memberikan keterangan terkait dengan risiko pasar dimana yang akan datang. Untuk itu memperhitungkan kinerja harga dapat mengurangi risiko yang dapat di alami di masa depan, hingga memperhitungkan harga yang di peroleh secara terbuka dalam proses tawar menawar, merupakan proses penemuan harga dapat memberikan proyeksi imbal hasil di masa yang akan datang.

Proses Penemuan Harga

Kondisi menguatnya harga minyak dunia, akhirnya dapat mengantarkan kita untuk melakukan proses penemuan harga/price discovery, dimana dalam proses penemuan harga regulator dan penyelenggara transaksi memiliki kepentingan untuk menciptakan transaksi yang likuid untuk mendorong apresiasi pasar dan meningkatkan kualitas harga yang tersedia.

Proses penemuan harga atau price discovery akan menjadi penting sebelum terbentuknya harga yang menjadi tujuan transaksi hingga terbentuknya likuiditas harga yang tersedia di pasar.

Melalui proses price discovery, para pihak dapat menggunakan mekanisme penemuan harga untuk berbagai macam kepentingan, apakah di mulai dari kepentingan dalam rangka penyelidikan harga, menghitung biaya yang di keluarkan untuk melakukan eksekusi suatu harga, melihat apresiasi jumlah pembeli dan penjual hingga biaya penyelesaian atas transaksi tersebut, dan peran price discovery akan menjadi penting untuk mencapai hasil transaksi yang optimal.

Terbentuknya harga melalui proses penemuan harga menjadi latar dengan belakang untuk dapat mendorong kinerja transaksi, oleh karena penemuan harga menjadi bagian dari struktur pasar mikro.

Hasbrouck (2007) menyatakan studi Struktur Mikro Pasar yaitu “The study of the trading mechanisms used for financial securities” Pernyataan Hasbrouck lebih jelas dari pernyataan O’Hara, di mana struktur pasar mikro, secara jelas memberikan penjelasan bagaimana suatu harga terbentuk dari berbagai macam struktur dan komponen yang diperdagangkan oleh berbagai macam pihak.

Di sisi lain, mencermati pergerakan dan potensi harga minyak dunia menjadi penting, oleh karena harga minyak dunia merupakan bagian penting yang dapat mempengaruhi berbagai kebijakan ekonomi pada suatu negara dan di perhitungkan dengan berbagai macam pertimbangan seperti kondisi kurs mata uang suatu negara tersebut.

Harris (2004) menjelaskan bahwa “Market Mikrostructure is the branch of financial economics that investigates trading and the organization of markets”. Struktur mikro pasar merupakan sebuah bagian penting dari ilmu ekonomi dan keuangan yang melakukan penyelidikan perdagangan saham dan organisasi pasar.

Dengan momentum kenaikan harga minyak dunia, kenaikan harga emas, kenaikan harga saham PT. Medco Energi Internasional (MEDC), dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersebut, maka momentum, proses penemuan harga dan metode transaksi dapat memberikan efek disposisi untuk dapat menjelaskan proses verisikasi bahwa semua proposisi akan mempengaruhi jumlah dan nilai transaksi, Easley dan O'Hara (1992).

Proses penemuan harga dan metode transaksi mempertimbangkan keputusan pelaku transkasi untuk mengambil keputusan berdasarkan likuiditas, sehingga transaksi yang di hasilkan lebih efisien saat harga memiliki likuiditas yang tinggi Jensen (1986).

Pada momentum kenaikan harga minyak dunia disertai dengan kondisi darurat militer yang terjadi di Ukraina akibat serangan dari Rusia, pasar akan secara terus menerus melakukan proses penemuan harga atau price discovery untuk memperoleh level harga transaksi yang sesuai pada berbagai instrument pasar, antara lain, pasar saham, pasa komoditi, pasar berjangka, pasar uang, dll.

Tiga Pendekatan

Terdapat tiga pendekatan penting dari proses pembentukan harga, yaitu pendekatan model persediaan (Inventory Model Approach), Pendekatan Model berdasarkan informasi (Information Based Model Approach), Model Strategi Perdagangan (Strategic Trader Model Approach).

Tiga pendekatan tersebut berhubungan dengan kinerja suatu harga, oleh karena pendekatan tersebut akan memperhitungkan permintaan terhadap suatu harga minyak dunia karena tidak dapat harga tidak tersedia secara langsung yang dapat menyebabkan tingginya permintaan beli, dan keterbatasan harga jual.

Selanjutnya informasi yang memiliki jangka waktu cenderung tidak pasti Oleh karena beberapa factor yang tidak dapat dikendalikan sehingga kondisi tersebut akan mengakibatkan sulitnya menentukan persediaan harga jual maupun harga beli. Dan strategi transaksi yang berada dalam momentum ini menyebabkan beberapa kelompok pelaku transaksi merubah strategi transaksi akibat perubahan harga yang terjadi oleh karena fenomena kondisi harga minyak terkati dengan sentiment yang ada.

Kinerja harga minyak dunia 2009 - 2022
Kinerja harga minyak dunia 2009 - 2022

Dengan keterangan di atas, maka hal yang perlu di antisipasi adalah potensi menguatnya harga minyak dunia untuk kembali menguji harga tertinggi yang telah di uji sebelumnya pada tahun 2009 di level 147 USD/Barrel, dimana sentiment pada saat itu adalah subprime mortgage sebagai sentiment pasar.

Harga minyak dunia telah menguji level tertinggi pada tanggal 24 Februari 2022 di level 100 USD/Barrel. Di sisi lain, trend menguatnya harga minyak dunia, dapat mendorong kinerja harga komoditi lainnya, antara lain adalah emas, batu bara, nickel dll, hingga dapat memberikan pengaruh terhadap menguatnya saham saham di sektor pertambangan dan energi.

Untuk itu proses penemuan harga menjadi sangat penting dimana Price discovery atau penemuan dan pembentukan harga, merupakan suatu proses untuk memahami suatu kondisi pasar melalui interaksi antara penjual dan pembeli.

*) DR (Can) Lucky Bayu Purnomo SE.,ME.,CSA.,CTA : Ekonom & Praktisi Pasar Modal

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN