Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ekonom dan pengamat pasar modal dari LBP Institute Lucky Bayu Purnomo. Foto: IST

Ekonom dan pengamat pasar modal dari LBP Institute Lucky Bayu Purnomo. Foto: IST

Potensi Sektor Consumer Cyclical dan Emiten TV

Kamis, 24 Maret 2022 | 21:08 WIB
Oleh Lucky Bayu Purnomo *)

JAKARTA, Investor.id - Kinerja sektor consumer cyclical yang berhasil menguat di atas kinerja Indeks Harga Saham Gabungan dan LQ45 memberikan sinyal bahwa pasar masih memberikan apresiasi terhadap sektor consumer cyclical itu sendiri.

Sementara itu, sentimen invasi Rusia ke Ukraina mempengaruhi sektor yang bergerak berdasarkan siklus sentimen. Hal itu dibuktikan melalui kinerja sektor yang mampu tumbuh dalam jangka pendek, hingga menengah.

Volatilitas pasar menyebabkan kinerja sektor consumer cyclical mengalami kenaikan. Di sisi lain,volatilitas harga minyak mentah (WTI) memperngaruhi pergerakan pasar, dari US$ 98 per barel menjadi US$ 100 dan terus menguat hingga menguji level YS$ 126 pada tanggal 8 Maret 2022

Sejak tanggal 24 Februari 2022, tepat ketika terjadinya Invasi Rusia dan pengumuman adanya darurat militer di Ukraina, Kinerja volume beberapa emiten yang berada di sektor consumer cyclical memperoleh apresiasi, antara lain emiten yang bergerak di bidang media televisi, seperti PT. Intermedia Capital Tbk (MDIA) dengan kegiatan Bisnis ANTV mengalami kenaikan volume transaksi, dari 2,093,500 (24 Feb 2022) menjadi 11,429,300 (4 Maret 2022), PT. Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dengan beberapa kegiatan usaha, antara lain MNC TV, GTV, RCTI, Inews menguat dari 52,559,200 (24 Feb 2022) menjadi 54,695,600 (8 Maret 2022), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dengan beberapa kegiatan usaha, antara lain SCTV dan Indosiar menguat dari 175,705,800 (24 Feb 2022) menjadi 227,983,100 (8 Maret 2022), PT Net Visi Media Tbk (NETV) dari 34,507,200 (24 Feb 2022) menjadi 106,066,200 (4 Maret 2022), dan PT. Visi Media Asia Tbk (VIVA) yang menguat dari 30,300 (24 Feb 2022) menjadi 113,500.

Sementara itu, kinerja IHSG yang berada pada level 6,817 (24 Feb 2022) berhasil menguji level 7.000 pada hari Kamis 17 Maret 2022 memberikan sinyal bahwa tingginya volatilitas yang terjadi oleh karena rangkaian sentimen yang disertai kinerja positif Indeks Global, antara lain Dow Jones, S&P 500, hingga NASDAQ berdampak terhadap kinerja Indeks di Kawasan Regional Asia hingga Indonesia.

Proses Penemuan Harga

Dari kondisi tersebut, maka terbentuknya harga pasar, khususnya harga saham dapat di pengarugi oleh kondisi seperti halnya kinerja harga minyak dunia hingga pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Proses penemuan harga menjadi latar belakang untuk dapat mendorong kinerja transaksi, oleh karena penemuan harga menjadi bagian dari struktur pasar mikro, Hasbrouck (2007) menyatakan studi Struktur Mikro Pasar yaitu “The study of the trading mechanisms used for financial securities”

Pernyataan Hasbrouck lebih jelas dari pernyataan O’Hara, di mana struktur pasar mikro, secara jelas memberikan penjelasan bagaimana suatu harga terbentuk dari berbagai macam struktur dan komponen yang diperdagangkan oleh berbagai macam pihak.

Harris (2004) menjelaskan bahwa “Market Mikrostructure is the branch of financial economics that investigates trading and the organization of markets”. Dimana struktur mikro pasar merupakan sebuah bagian penting dari ilmu ekonomi dan keuangan yang melakukan penyelidikan perdagangan saham dan organisasi pasar. Selain itu, peran dari momentum menjadi sangat penting, dimana proses penemuan harga dan metode transaksi dapat memberikan efek disposisi untuk dapat menjelaskan proses verisikasi bahwa semua proposisi akan mempengaruhi jumlah dan nilai transaksi, Easley dan O'Hara (1992).

Grafik Consumer

Consumer Cyclical

Proses penemuan harga dan metode transaksi mempertimbangkan keputusan pelaku transkasi untuk mengambil keputusan berdasarkan likuiditas, sehingga transaksi yang di hasilkan lebih efisien saat harga memiliki likuiditas yang tinggi Jensen (1986).

Pada momentum tersebut, menguatnya sektor consumer cyclical disertai dengan kondisi darurat militer yang terjadi di Ukraina akibat serangan dari Rusia, maka pasar akan secara terus menerus mengalami volatilitas yang cukup tinggi.

Proses penemuan harga atau price discovery untuk memperoleh level harga transaksi yang sesuai pada berbagai instrumen pasar akan menjadi tahapan penting, bagi pelaku transaksi di berbagai instrument, antara lain, pasar saham, pasa komoditi, pasar berjangka, pasar uang, dll,

Dengan menguatnya kinerja sektor consumer cyclical, maka proses penemuan harga memiliki rangkaian pendekatan, antara lain adalah pendekatan model persediaan (Inventory Model Approach), pendekatan Model berdasarkan informasi (Information Based Model Approach), dan model Strategi Perdagangan (Strategic Trader Model Approach).

Tiga pendekatan tersebut berhubungan dengan kinerja suatu harga, oleh karena pendekatan tersebut akan memperhitungkan permintaan terhadap suatu harga saham yang ada dalam sektor consumer cyclical, karena tidak dapat harga tidak tersedia secara langsung yang dapat menyebabkan tingginya permintaan beli, dan keterbatasan harga jual.

Selanjutnya informasi yang memiliki jangka waktu cenderung tidak pasti oleh karena beberapa faktor yang tidak dapat dikendalikan sehingga kondisi tersebut akan mengakibatkan sulitnya menentukan persediaan harga jual maupun harga beli.

Strategi transaksi yang berada dalam momentum ini menyebabkan beberapa kelompok pelaku transaksi merubah strategi transaksi akibat perubahan harga yang terjadi oleh karena fenimena kondisi harga minyak terkati dengan sentiment yang ada.

Dengan menguatnya IHSG yang mampu menguji level 7.000 pada hari Selasa, 22 Maret 2022, maka capaian tersebut dapat memberikan sentiment positif terhadap kinerja sektoral, khususnya sektor consumer cyclical yang telah berada di atas rata rata kinerja IHSG sejak awal Maret 2021 hingga Maret 2022.

Dengan demikian perusahaan go public yang tercatat di Bursa Efek Indonesia melalui kegiatan usaha yang ada di bidang per-televisian memiliki ruang pertumbuhan, khususnya untuk jangka panjang, seiring dengan kinerja sektor consumer cyclical yang berada dalam teritori positif

*** DR (Can) Lucky Bayu Purnomo SE.,ME.,CSA.,CTA : Ekonom & Praktisi Pasar Modal

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN