Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor Lo Kheng Hong. (Foto: Ist)

Investor Lo Kheng Hong. (Foto: Ist)

Lo Kheng Hong: Jual Saham Wonderful Company Terus Beli Crypto, Itu juga Tragedi!

Rabu, 6 Juli 2022 | 16:10 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Investor legendaris Lo Kheng Hong menilai apabila seseorang menjual saham wonderful company kemudian membeli crypto, maka hal tersebut bisa dikatakan sebagai tragedi.

Hal tersebut diungkapkan Lo Kheng Hong saat menjadi tamu di acara podcast konglomerat Hermanto Tanoko yang disiarkan di kanal YouTube pribadi.

Hermanto Tanoko. (Foto: Ist)
Hermanto Tanoko. (Foto: Ist)

“Kalo pandangan Pak Lo mengenai forex atau yang belakangan ini sangat ramai seperti crypto kan banyak berbondong-bondong akhirnya ikut-ikutan juga sahamnya dilepas karena sudah mengalami kerugian dibelikan crypto ada yang yang bermain forex akhirnya. Menurut Pak Lo gimana itu?” tanya Hermanto Tanoko kepada Lo Kheng Hong dikutip Rabu (6/7/2022).

Baca juga: Lo Kheng Hong: Jual Saham Wonderful Company Terus Masuk ke Bank Digital, Itu Tragedi!

“Kalau saham-saham dia yang bagus, wonderful company, dia beliin crypto tentu itu juga tragedi buat dia juga. Sahamnya naik crypto-nya turun nanti,” ungkap ‘Warren Buffett Indonesia’ itu menjawab pertanyaan.

Lo Kheng Hong melanjutkan, seumur hidupnya juga tak pernah melakukan trading forex. Tetapi, dia melihat teman-temannya tak ada yang untung saat main forex.

“Bahkan yang jadi miskin banyak, yang untung saya belum pernah ketemu,” ujar Pak Lo, sapaan akrabnya.

“Juga saya tidak berinvestasi di cryptocurrency karena kalau saya beli saham misalnya saya beli saham CLEO, dia ada pabrik air mineralnya ada perusahaannya. Kalau saya beli crypto apa underlying asetnya pak?” terang Lo Kheng Hong yang sudah berinvestasi di saham sejak 1989.

Baca juga: Tak Pakai Jam Tangan Mewah, Lo Kheng Hong: Tujuan Saya Jadi Kaya, Bukan Terlihat Kaya

Menurut dia, investasi di crypto adalah high risk high gain. Berlawanan dengan prinsip yang dianutnya, yakni low risk high gain.

“Buat apa saya masuk di crypto yang high risk high gain, lebih baik saya beli saham yang low risk high gain. Dan di kepala saya juga sudah tertera ya apa yang saya yakini itu saham is the beat choice not cryptocurrency,” imbuh Lo Kheng Hong.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN