Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat Pasar Modal.

Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat Pasar Modal.

KOPI PAGI

Adu Nyali Investor Asing dan Lokal

Rabu, 5 Agustus 2020 | 07:31 WIB
Oleh Hari Prabowo

Investor.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kemarin, masih mampu bertahan di atas level 5000, meski belum mampu menembus 5100.

Investor asing dipasar reguler mulai melakukan pembelian, meski beli bersih (net buy) di bawah Rp 100 milyar. Setidaknya hal itu menjadi indikasi bahwa asing juga mulai ragu untuk kembali mengobral sahamnya.

Di sisi lain, investor lokal yang semakin bertambah jumlahnya dan mulai teredukasi mampu mengimbangi pola transaksi asing.

Kita memang butuh peran investor asing tetapi harus diingat bahwa pasar saham adalah investasi yang sifatnya bebas dan kategori "hot money". Mereka bisa keluar masuk bursa kapan saja, berbeda dengan investasi langsung di sektor riil.

Dalam jangka pendek, pergerakan saham masih diliputi ketidakpastian dan sangat sensitif terhadap berbagai berita/informasi yang menyangkut pandemi virus corona serta dampaknya terhadap ekonomi yang membawa dunia dalam ancaman resesi. Harga saham bergerak seperti roller coaster, tidak beraturan, maklum kondisi memang sedang tidak nyaman.

Kekhawatiran resesi menjadi alasan utama demikian pula kinerja emiten kuartal kedua 2020 ini diprediksi memang banyak yang negatif dibanding periode sebelumnya mengingat sektor riil terpukul oleh pandemi Covid-19. Untuk itu, investor harus bisa menganalisa tentang "prospek" emiten ke depan guna menentukan pilihan sahamnya.

Buat para trader atau investor yang punya strategi trading jangka pendek tentu bukan halangan menghadapi situasi ketidakpastian saat ini. Mereka hanya butuh "momentum" kapan saat beli dan jualnya saja. Tentu tipe investor seperti ini harus punya kemampuan teknikal maupun jurus "bandarmology" yaitu membaca setiap gerakkan harga saham setiap saat.

Saya kira saat ini memang lebih tepat menggunakan strategi trading jangka pendek mengingat situasi belum kondusif untuk investasi jangka panjang, sambil menunggu situasi.

Bagaimana prediksi bursa hari ini? dengan tetap memperhatikan semua informasi dan kondisi terkini, saya perkirakan IHSG akan bergerak direntang antara 5000 - 5120 dan cenderung naik tipis.

Indikasinya saya melihat beberapa harga saham Blue Chips terutama bank papan atas BBRI, BMRI, BBNI, dan BBCA tutup pada rentang harga tertingginya kemarin sehingga punya potensi masih bisa naik lagi.

Sedangkan saham yang patut dicermati selain empat bank tersebut ada juga saham PGAS, ADRO, JPFA, MAIN dan KRAS karena punya sinyal positif.

Trader memang harus punya nyali yang kuat untuk mengambil sikap dan mengambil keputusan termasuk toleransi setiap risiko yang mungkin terjadi sebagai konsekuensi untuk harapan hasil yang cukup tinggi.
 

*** Hari Prabowo: Ketua LP3M INVESTA dan pengamat Pasar Modal.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN