Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal.

Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal.

KOPI PAGI

Anomali IHSG dan Pilihan Kebijakan yang Sulit

Oleh Hari Prabowo, Kamis, 9 April 2020 | 07:42 WIB

JAKARTA, Investor.id - Gelombang di bursa kemarin datang kembali. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) "tersapu" dan turun 3,1% dilevel 4626. Sebagaimana saya sampaikan di ulasan Kopi pagi sebelumnya bahwa memang belum ada dasar yang kuat untuk menopang penguatan IHSG dalam jangka menengah, sehingga penguatan tiga hari terakhir hanyalah teknikal dan euforia sesaat.

Coba kita perhatikan kurs Rupiah masih di atas Rp16.000/dolar AS, cadangan devisa kita turun sekitar US$ 9 miliar menjadi sekitar $121 miliar, dan hampir seluruh sektor industri mengalami kemunduran yang sangat signifikan terdampak virus covid-19 yang penyebarannya secara harian masih diatas 10%.

Saya timbul firasat tidak baik ketika DOW dan bursa global bergerak menguat tetapi IHSG anomali malah melemah. Artinya memang harus hati-hati walau sebelumnya saya berniat membeli saham-saham yang harganya sudah jatuh sangat dalam.

Semalam DOW kembali naik 3,4% dan minyak WTI naik kencang diposisi $26,3 per barel. Sebenarnya dalam kondisi normal hal ini akan banyak mempengaruhi IHSG untuk bergerak "sejalan". Tetapi hati-hati dulu karena semua bersifat tidak pasti.

Satu hal yang saya perhatikan bagaimana reaksi pasar atas pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta, bisa menerima atau tidak. Jika pasar bereaksi negatif maka pergerakkan DOW dan bursa global tidak akan banyak berpengaruh.

Dari sisi dunia usaha, pemberlakuan PSBB di Jakarta ini memang berdampak negatif. Produksi dan penjualan pasti turun karena semua kegiatan pabrikan dan perkantoran berhenti sementara.

Namun apa boleh buat, pilihan memang serba sulit semua dilakukan demi penyelamatan jiwa kita bersama yang tentu lebih berharga dari harta apa pun.

Tidak pada saatnya kita saling menyalahkan karena semua sedang berjuang untuk keselamatan jiwa dulu. Sebaiknya kita ikuti aturan Pemerintah yang juga didukung tokoh-tokoh berbagai agama.

Jadi sekali lagi dalam kondisi saat ini, masing-masing sebaiknya punya target yang disiplin dalam trading saham , baik saat beli maupun saat jualnya. Namun hal ini dikecualikan untuk investor yang optimis kedepan dan dananya siap diinvestasikan dalam jangka satu atau dua tahun kedepan. Untuk investor tipe ini, silahkan beli dan masukkan saham ke "kotak" dan baru dibuka satu sampai dua tahun kedepan.

Menu hari ini, kemungkinan sektor berbasis minyak dan turunannya akan bergerak naik berkaitan pertemuan negara OPEC+ yang bisa membawa harga minyak naik kembali. Investor bisa mencermati saham ELSA, MEDC, PTRO, PGAS.

***Hari Prabowo, Ketua LP3M Investa dan pengamat pasar modal.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN