Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lana T Koentjoro,SH:  Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM), Socialpreneur

Lana T Koentjoro,SH: Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM), Socialpreneur

Ayo, Perempuan Sukseskan Vaksinasi

Jumat, 22 Januari 2021 | 07:33 WIB
Oleh Lana T Koentjoro

Investor.id - Harapan bahwa pandemi virus corona (Covid-19) segera berlalu menemui titik terang setelah Indonesia memulai vaksinasi. Perempuan mempunyai peran yang sangat penting untuk mensukses program ini karena perempuan menjadi salah satu titik sentral yang berpengaruh di keluarga.

Dimulai dari rumah tangga, menjalar ke komunitas, meluas lagi ke lingkungan kelurahan dan seterusnya, program vaksin bisa sukses jika perempuan tidak tinggal diam, tetapi ikut serta memberikan pengaruh sekaligus literasi tentang pentingnya vaksin untuk menjadi game changer (mengubah keadaan) dari masa kelabu akibat pandemi Covid-19.

Hampir satu tahun dunia dirundung duka, termasuk Indonesia. Virus corona yang berukuran sangat kecil itu telah mengguncang dunia, banyak orang meninggal, ekonomi rusak, dan kegiatan sosial harus dibatasi. Manusia sebagai makhluk sosial telah terengut kondisinya karena harus melakukan pembatasan jarak sosial.

Perkembangan vaksin membuat kita bisa sedikit mengulas senyum, karena munculnya harapan. Harapan agar kondisi yang memprihatinkan ini segera berubah. Aktivitas masyarakat bisa kembali normal, meski tetap harus menjalankan protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Kita harus mengapresiasi kerja keras Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Di tengah perebutan vaksin oleh banyak negara, Indonesia bisa mendapatkan 3 juta dosis vaksin pada Januari 2021, yang kemudian akan disusul 4,7 juta vaksin pada Februari, sebanyak 8,5 juta vaksin pada Marek, April akan tiba sebanyak 16,6 juta vaksin, lalu Mei sebanyak 24,9 juta vaksin dan Juni sebanyak 34,9 juta vaksin.

Presiden Joko Widodo menargetkan pelaksanaan vaksinasi untuk 181,5 juta rakyat Indonesia akan rampung pada akhir tahun ini. Dengan demikian, pada akhir tahun 2021 telah tercipta herd immunity atau kekebalan komunal terhadap Covid-19 di Indonesia.

Jangan Tinggal Diam

Kerja keras pemerintah tentunya harus disambut oleh semua warga negara Indonesia. Di sinilah perempuan harus mengambil peran dengan terus menyebar luaskan pentingnya vaksinasi untuk meningkatkan imunitas tubuh dalam melawan virus corona.

Mulai dari rumah tangga. Sebuah langkah kecil yang mempunyai dampak luas bagi Indonesia. Jangan tinggal diam, lakukan hal-hal yang bermanfaat untuk membantu Negeri ini keluar dari masa keprihatinan akibat dampak pandemi.

Pandemi virus corona telah membuat banyak usaha gulung tikar, pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terjadi di mana-mana, usaha kecil banyak yang tutup, usaha rakyat ultra mikro banyak yang menjerit. Tidakkah lebih baik perempuan juga ambil peran untuk mengatasi kompleksitas yang ditimbulkan oleh pandemi virus corona ini?

Ayo perempuan ikut menyosialisasi protokol kesehatan yang menjadi hukum wajib kehidupan di masa pandemi. Selain itu perempuan harus terus menginformasikan pentingnya vaksinasi yang menjadi kunci sukses melawan pandemi.

Langkah pertama tentunya memastikan anggota keluarga mendukung program vaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan dengan menerapkan 5M:

1. Memakai Masker
2. Mencuci Tangan
3. Menjaga Jarak
4. Menjauhi Kerumunan
5. Mengurangi Mobilitas

Saya mengajak perempuan untuk melawan informasi hoax yang disebarkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab terkait vaksinasi. Fakta membuktikan bahwa vaksin yang dipakai di Indonesia telah melalui uji klinis dan telah mendapat otorisasi dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Bahkan, lembaga tersebut mengatakan bahwa vaksin Sinovac yang dipakai saat ini mempunyai tingkat kekebalan hingga 23 kali lipat.

Soal halal dan haram? Vaksin Sinovac telah melewati tujuh proses sebelum dinyatakan halal, dari permohonan, pemeriksaan, penetapan, pengujian, pengecekan fatwa MUI, dan juga penerbitan sertifikat halal.

Berbagai faktor itu mustinya menjadi modal bagi kaum perempuan untuk bergerak cepat, ikut serta berpartisipasi dalam mensuksesnya program vaksin agar Indonesia bisa tersenyum kembali. Perempuan tersenyum, keluarga sehat, Indonesia maju.

***Lana T Koentjoro,SH: Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM), Socialpreneur

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN