Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua LP3M Investa, Hari Parbowo.

Ketua LP3M Investa, Hari Parbowo.

KOPI PAGI

Batubara Masih Membara, Cermati PTBA dan ADRO

Senin, 7 Desember 2020 | 07:59 WIB
Oleh Hari Prabowo

Investor.id - Nampaknya saham sektor batubara masih akan membara seiring menguatnya harga komoditas tersebut, juga kesepakatan jual beli batubara antara China Coal Transportation Distribution (CCTD) dengan Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) pekan lalu senilai US$ 1,46 miliar atau Rp 20,6 triliun.

Beberapa saham pertambangan bereaksi positif seperti ADRO, PTBA ITMG dan HRUM , meski IHSG tengah koreksi 0,21% akhir pekan kemarin di level 5810.Emiten batu bara tersebut juga masih bisa mencetak laba di saat pandemi, meski ada yang labanya menurun.

Di antara empat saham sektor pertambangan batubara tersebut ADRO dan PTBA yang harganya secara year to date ( YTD) masih minus dibandingkan saham ITMG dan HRUM yang harganya melesat dibanding awal tahun.

Saham ADRO secara YTD masih minus 7,62% walau dalam tiga bulan terakhir sudah naik 25,8%. Sedangkan PTBA minus 6,77% dibanding awal tahun ini meski dalam tiga bulan terakhir menguat 18,10%.

Harga saham ADRO Rp 1.435 dengan Price Earning Ratio (PER) 21,04 x dan Prive to Book Value (PBV) 0,84 x sehingga dari sisi PBV termurah dibanding yang lain dengan prediksi target akhir tahun 2020 Rp 525.

Sedangkan saham PTBA saat ini berada di level Rp 2.480 dengan PER 11,08 x dan PBV 1,8 x. Dengan demikian dari sisi PER paling murah di antaranya, dengan target akhir tahun Rp.2600 per saham.

Bursa global rerata mengalami penguatan termasuk indek Dow Jones yang mencapai rekor tertingginya di level 30.218, tembus angka psikologis 30000.

Setelah akhir pekan lalu IHSG mengalami koreksi minor 0,21%, hari ini IHSG berpotensi kembali menguat pada kisaran 5825 sampai 5850.

Perkembangan pandemi covid-19 dan berita seputra kedatangan vaksin di Indonesia akan menjadi perhatian pelaku pasar dalam menentukan arah trading pekan ini, selain fenomena Window Dressing.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN