Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi.

Ilustrasi investasi.

Bijak Berinvestasi dengan Strategi Diversifikasi

Sabtu, 13 Februari 2021 | 11:31 WIB
Frans S. Imung

JAKARTA - “Jangan meletakkan dana investasi Anda pada keranjang yang sama.” Demikian kredo yang dilontarkan para cerdik pandai di bidang investasi. Nasihat bijak itu bertujuan agar seorang investor bisa meminimalkan risiko investasi ketika menumpahkan seluruh dana investasi hanya pada satu portofolio. Ketika pilihan portofolio tersebut kurang tepat, dana investor bisa ludes dalam sekejap.

Pada prinsipnya, tujuan berinvestasi tidak lain untuk meraih keuntungan seoptimal mungkin. Pada saat yang sama, sangat penting untuk mengantisipasi risiko yang melekat dengan keputusan investasi yang diambil. Sebab, tidak satu pun instrumen investasi yang bebas risiko. Prinsip yang sama juga berlaku ketika sesorang memutuskan untuk berinvestasi di pasar modal. Di balik peluang keuntungan yang bisa diraih, melekat pula risiko atas invetasi seorang investor.

Meski risiko itu melekat erat, tentu saja setiap orang menghendaki agar memperoleh manfaat investasi seoptimal mungkin, tentu saja dengan strategi meminimalkan risiko yang bisa timbul. Salah satu strategi yang dikenal dalam pengelolaan portofolio di pasar modalt yaitu diversifikasi investasi.

Ada aneka ragam produk investasi yang tersedia di pasar modal. Seorang investor bisa berinvestasi pada produk saham, obligasi pemerintah atau korporasi, reksa dana, maupun produk derivatif lainnya. Produk derivatif atau produk turunan seperti Kontrak Opsi Saham, LQ-45 Future, DIRE, dan lainnya. Masing-masing produk memiliki keunggulan dan tantangan berbeda-beda.

Jika seorang investor memutuskan menggunakan strategi diversifikasi, akan berpeluang meraih manfaat maksimal melalui semua produk investasi yang ada. Caranya dengan menyebar dana investasi pada masing-masing produk dengan porsi yang disesuaikan dengan karakter investasi investor bersangkutan. Ada investor punya karakter agresif atau berani mengambil risiko, karakter moderat, atau konservatif (mengutamakan kehati-hatian).

Setiap produk investasi memiliki karakter berbeda jika dilihat dari sisi peluang keuntungan maupun risikon. Makin tinggi risiko, seperti pada instrumen saham, makin tinggi pula peluang meraih keuntungan. Pada sisi lain, tingkat likuiditas masing-masing instrumen investasi pun berbeda.

Potensi return investasi di saham yang lebih tinggi risikonya tentu saja berbeda dengan instrumen surat utang atau obligasi. Umumnya instrumen saham mampu memberikan return yang lebih besar dibanding instrumen lain, sejalan dengan risiko berinvestasi di saham lebih besar karena fluktuasi harga di pasar dibanding obligasi.

Instrumen saham umumnya lebih likuid karena bisa ditransaksikan setiap saat sementara ORI atau Sukuk sulit untuk dibeli setiap saat. Umumnya investor bisa memperoleh instrumen tersebut di pasar perdana. Bisa dibeli pada pasar sekunder, namun tidak semudah transaksi saham.

Reksa dana juga merupakan produk investasi yang likuid dan bisa dibeli atau dijual kapan saja. Secara umum, produk-produk pasar modal jauh lebih likuid dibanding instrumen investasi lain seperti properti, deposito, maupun emas.

Bagi seorang investor yang agresif atau berani mengambil risiko, bisa mengalokasikan porsi terbesar dana investasi pada produk saham dan derivatif. Investor moderat disarankan menempatkan porsi terbesar pada instrumen obligasi, terutama yang berbentuk Surat Utang Negara. Sedangkan konservatif disarankan menempatkan porsi terbesar pada reksa dana.

Dengan membagi atau mengalokasikan aset pada beragam produk investasi berbeda atau biasa disebut strategi diversifikasi, investor bisa meraih manfaat maksimal sekaligus meminimalkan risiko atas investasi yang ditanam. Sebab saat salah satu produk mengalami penurunan maka produk lainnya bisa menutupi kerugiannya. Jadi kembali lagi, pentingnya alokasikan investasi dengan membandingkan karakter suatu instrumen investasi dalam hal potensi return, risiko, dan likuiditas.

 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN