Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor melihat pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Investor melihat pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

KOPI PAGI

Cermati Saham Bluechips yang Masih Murah dan Berpotensi Upside

Kamis, 17 Desember 2020 | 08:05 WIB
Oleh Hari Prabowo

Investor.id – Masih tersisa delapan (8) hari perdagangan bursa untuk mengakhiri tahun 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kemarin, ditutup naik signifikan 1,8% menjadi level 6118

Fenomena Window Dressing kian terasa menghangat disertai nilai transaksi harian bursa mengalami pertumbuhan yang tajam. Ini menunjukkan bahwa pasar mengarah ke kondisi bullish, setidaknya sampai akhir tahun.

Kenaikan IHSG didukung oleh saham berbagai sektor terutama saham-saham bluechips yang sebelumnya sempat anjlok akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Demikian pula saham lapis dua dan tiga silih berganti antara yang naik dan turun sehingga secara menyeluruh tercermin pada mayoritas saham yang mengalami kenaikan harga.

Hari Prabowo, Ketua LP3M Investa, dan pengamat pasar modal.
Hari Prabowo, Ketua LP3M Investa, dan pengamat pasar modal.

Hal yang menarik untuk dicermati, dalam tiga hari terakhir investor asing sudah mulai belanja lebih banyak sehingga terjadi net buy berturut-turut.

Di lingkungan bursa Asia nampak IHSG lebih unggul kemarin, dan sinyal masih menunjukkan arah yang positif. IHSG sendiri secara YTD masih minus 3% dan masih ada kemungkinan untuk menuju IHSG awal tahun 2020.

Namun, pergerakan IHSG dan harga saham itu bukan garis lurus yang akan terus naik atau turun tapi akan selalu bergelombang naik turun. Jadi bila terjadi penurunan harga saham itu bagian dari kewajaran koreksi yang sehat. Di sinilah kesempatan bagi para trader untuk melakukan action dengan melakukan transaksi beli atau jual untuk mendapatkan gain dari setiap gelombang harga.

Menyikapi fenomena klimaks Window Dressing, investor disarankan cermati saham Bluechips yang harganya secara Year To Day (YTD) masih minus karena memperkecil potential loss bahkan berpotensi naik (upside) melewati harga awal tahun. Saham-saham.yang memenuhi ktiteria tersebut antara lain ASII, TLKM, UNVR, SMGR, BBNI, BMRI, HMSP, GGRM.

Happy trading, happy cuan.

*** Hari Prabowo, Ketua LP3M Investas, pengamat pasar modal.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN