Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal.

Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal.

KOPI PAGI

IHSG Anjlok, Apa Penyebabnya?

Rabu, 23 Desember 2020 | 07:21 WIB
Oleh Hari Prabowo

Investor.id – Tak banyak yang menduga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia anjlok hingga 2,3% pada perdagangan Selasa (22/12/2020), ketika euforia window dressing menjadi harapan investor menjelang sesi akhir tahun.

Memang, pasar global sedang diguncang kekhawatiran virus corona (Covid-19) strain baru yang muncul di Inggris yang memunculkan teka-teki tentang efektivitas vaksin sehingga banyak indeks saham melemah. Namun, kejatuhan IHSG kemarin sangat dalam.

Benarkah Covid-19 varian baru yang muncul di Inggris itu magnitudo nya mengguncang sampai Indonesia, bahkan penurunannya nyaris sama dengan indeks Pan-European Stoxx 600 yang turun 2,3%? Ataukah ada faktor lain yang membuat aksi sell off saham di Bursa Efek Indonesia pada Selasa?

Penurunan IHSG yang cukup tajam dengan dibebani anjloknya harga rerata saham bluechips bisa jadi tidak hanya karena sentimen lonjakan kasus Covid-19, tetapi ada faktor lain, salah satunya adalah berita akan dibongkarnya kasus Asabri yang potensi kerugiannya mencapai Rp 17 trilian. Dimana kasus ini modusnya mirip dengan kasus Jiwasraya yang terkait dengan investasi di pasar modal.

Kita masih ingat bahwa kasus Jiwasraya telah menyita perhatian kalangan pelaku pasar termasuk para investor, emiten dan perusahaan sekuritas sampai ada penyitaan terhadap asset berbagai pihak yang diperkirakan terkait. Beberapa perusahaan Asset Management juga menjadi tersangka di kasus Jiwasraya tersebut.

Hal ini tentu bisa menjadikan "trauma" bagi kalangan pelaku pasar tadi, sehingga tidak menutup kemungkinan banyak investor yang menjual saham yang portofolionya ada di Asabri untuk menghindari risiko berkelanjutan, sembari melihat perkembangan kasus ini.

Di sisi lain, pengumuman menteri baru oleh Presiden Jokowi memberikan sentimen positif bagi pasar, dimana figur Menteri baru tersebut yang sangat dikenal publik dengan rekam jejak yang baik. Semoga sentimen ini mampu meredam magnitudo kasus Asabri yang akan tercermin pada perdagangan hari ini.

Jika kasus Asabri ini benar terbukti modusnya seperti kasus Jiwasraya dan konon calon tersangkanya juga ada yang sama, maka hal ini sungguh sangat memprihatinkan bahwa investasi di pasar modal ini telah dikotori oleh oknum-oknum yang memperkaya diri dengan merusak pasar.

"Hebatnya" oknum tersebut telah mendesain sedemikian rupa dalam menjalankan aksinya termasuk bisa mempengaruhi pihak lain sebagai kuasa pemilik dana maupun pejabat pembuat peraturan.

Saya sangat setuju bahwa cara-cara kotor ini harus dibrantas agar sarana investasi di pasar modal Indonesia bisa berjalan dangan baik sesuai Undang-undang dan peraturan yang berlaku sehingga menjadi akternatif investasi yang sesuai harapan bagi investor.

Sementara ini pertumbuhan investor lokal sangat pesat jangan sampai kehilangan kepercayaan karena kepercayaan ini sangat penting dalam kegiatan investasi di pasar modal.

Mari kita tunggu respon pasar hari ini dan pikirkan dengan matang sebelum mengambil keputusan investasi. Masihkan fenomena Window Dressing berhembus di bursa atau sirna tersapu berita negatif lainnya?

*** Hari Prabowo: Ketua LP3M Investa, pengamat pasar modal.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN