Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua LP3M Investa, Hari Prabowo, pengamat pasar modal

Ketua LP3M Investa, Hari Prabowo, pengamat pasar modal

KOPI PAGI

IHSG Bergerak Sempit, Cermati Saham ini

Jumat, 9 April 2021 | 07:22 WIB
Oleh Hari Prabowo

Investor.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan bergerak sempit dalam rentang 6000 – 6100. Pelaku pasar menunggu rilis laporan keuangan kuartal satu tahun ini.

Investor cenderung wait and see mencermati asing yang masih terus melakukan net sell di bursa Indonesia. Secara harian, IHSG masih bergerak fluktuatif dalam rentang sempit, kecuali ada berita penting baik dari eksternal mapun internal yang bisa mempengaruhi pasar.

Pekan depan memasuki bulan Puasa. Secara historis biasanya aktivitas transaksi selama bulan Ramadhan menurun baik dari nilai, volume maupun frekuensinya. Dalam tiga bulan terakhir tahun 2021, rerata nilai transaksi bursa memang menurun.

Jika dilihat dari kasus pandemi yang menunjukkan penurunan yang signifikan atas kasus positif dan yang meninggal, mestinya pasar akan lebih bergairah. Laju IHSG memang cukup tertekan karena investor asing masing getol jualan, mungkin mereka lagi mencari keberuntungan di negara lain atau instrumen lain untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Namun optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia akan segera pulih seiring dengan program vaksinasi serta geliat dunia usaha yang sudah bisa menyesuaikan dengan kondisi secara bertahap.

Pasar modal akan bergerak lebih cepat merespons setiap informasi yang berkembang. Jika pertumbuhan ekonomi bisa diatas 5% tahun ini maka saya prediksikan IHSG akhir tahun dikisaran 6700 - 6800.

Untuk itulah kinerja para emiten akan tercermin melalui Laporan Keuangan terkini, kita tunggu dan kita analisa. Salah satu yang sering saya gunakan sebagai analisa adalah kinerja sektor perbankan untuk prediksi geliat dunia usaha, mengingat bank adalah pusat sirkulasi keuangan. Untuk itu saya menggunakan tolok ukur kinerja Bank berkapitalisasi besar, seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan BBCA.

Dari kajian "tape reading" yang saya lakukan beberapa saham yang menunjukkan arah menguat antara lain JPFA, BBKP, ERAA, ELSA ADRO dan BBTN.

Selain itu yang suka "berselancar" bisa mencoba peluang saham yang volatilitas tinggi yaitu bank buku dua seperti BVIC BGTG INPC.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN