Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat Pasar Modal.

Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat Pasar Modal.

IHSG Tembus 6100 atau Koreksi Sehat?

Jumat, 4 Juni 2021 | 08:16 WIB
Oleh Hari Prabowo

Investor.id - Pasar sudah sesuai harapan pekan ini IHSG telah melewati indeks psikologis 6000, dan kemarin kembali naik diposisi 6091. Saham bank "empat sekawan" BBRI, BMRI, BBNI, dan BBCA masih memimpin dalam perdagangan yang memicu penguatan IHSG secara signifikan.

Masuknya investor asing ke bursa saham Indonesia secara agresif membawa optimisme pelaku pasar tentang prospek ekonomi Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 7,1%- 8,3% pada kuartal II-2021. Selain itu, kinerja penyaluran kredit perbankan untuk segmen korporasi pada kuartal II/2021 diperkirakan kembali membaik.

Dari faktor global, investor juga optimis dengan rencana pembukaan kembali ekonomi di zona AS dan Eropa. Namun ada kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi yang bisa membuat Federal Reserve akan mengekang stimulus yang bisa mengubah waktu tapering (pengurangan pembelian obligasi) sehingga suku bunga obligasi AS akan bergerak naik.

Kasus Covid-19 di Indonesia yang menurun pasca Lebaran adalah berita sangat menggembirakan, meskipun di negara tetangga seperti Malaysia melakukan lockdown. Di sisi lain, India, negara Asia yang mengalami krisis Covid, kondisinya sudah banyak kemajuan.

Namun kenaikan IHSG tentu bukan "garis lurus" ada kemungkinan koreksi, apalagi IHSG sudah lima hari berturut-turut menguat cukup signifikan. Bursa global semalam juga diwarnai profit taking dan harga komoditas pertambangan juga lebih banyak yang turun.

Tentu tidak ada salahnya investor perlu waspada kemungkinan adanya koreksi. Namun bila terjadi koreksi saya kira itu koreksi sehat karena adanya kemungkinan aksi ambil untung atas saham-saham yang sudah mengalami penguatan cukup tinggi sepekan terakhir.

Berita baiknya bahwa kasus positif covid-19 kemarin mengalami penurunan yang signifikan yaitu 5926. Jika hal ini bisa secara konsisten terus menurun tentu manjadi harapan besar bagi percepatan pertumbuhan ekonomi kita.

Bila prediksi Menkeu Sri Mulyani benar bawa bisa mencapai kisaran 7% tahun ini tentu ini sangat bagus juga untuk menarik investasi di pasar modal. Merujuk pada proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut, IHSG berpotensi naik di kisaran 6800 sampai akhir tahun.

Hari ini pergerakkan IHSG mungkin terbatas dan cukup ketat karena kemungkinan adanya koreksi, barharap masih bisa bertahan dilevel 6000.

Saham-saham yang layak dicermati terutama jika terjadi koreksi untuk dilakukan strategi Buy On Weskness (BOW) antara lain KRAS, ADRO, PGAS, BBCA, SMGR, LSIP.

*** Hari Prabowo, Ketua LP3M Investa, pengamat pasar modal.

 

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN