Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
*** Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat Pasar Modal

*** Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat Pasar Modal

KOPI PAGI

Investor Harus Optimistis, Namun Tetap Realistis

Oleh Hari Prabowo, Selasa, 28 April 2020 | 08:05 WIB

JAKARTA, Investor.id - Berbeda dengan pergerakkan sehari sebelumnya, IHSG kemarin berfluktuasi antara jalur hijau dan jalur merah, dan akhirnya parkir di jalur hijau naik 0,38% dilevel 4513.

Volatilitas IHSG harian saya kira masih akan terjadi dalam kondisi saat ini, sambil menunggu pandemi virus corona (Covid-19), khususnya di negeri kita mereda. Semakin melambat penularan covid-19 tentu semakin baik bagi kondisi bursa.

Seperti kita ketahui bahwa bursa itu sangat sensitif dan bereaksi sangat cepat menangkap setiap informasi yang ada. Untuk itulah investor saham wajib mengikuti informasi sebagai bahan baku untuk dianalisa agar bisa mengambil keputusan yang terbaik. Semakin banyak investor mendapatkan infornasi, hal itu semakin baik.

Tanda-tanda pelemahan ekonomi sudah kita rasakan bahkan prediksi ke depan sangat memprihatinkan jika Covid-19 ini tidak segera bisa diatasi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semula diprediksi di atas 5% pada 2020, kini banyak diperkirakan hanya mungkin tumbuh sekitar 1%.

Kondisi ini menyeret IHSG yang semula mencapai kisaran 6690 kini anjlok sepertiganya atau turun 30% hanya dalam waktu singkat.

Investor yang baik harus optimis namun juga realistis menghadapi kenyataan bahwa pasar itu selalu benar karena akumulasi respons dari semua pelakunya yang heterogen. Jadi jangan melawan pasar, sebaliknya ikuti arah pasar jika investor tetap ingin "berbisnis" saham.

Kapan menggunakan strategi investasi jangka panjang dan kapan menggunakan strategi trading jangka pendek, itu sangat penting sebab keduanya punya banyak perbedaan.

Semalam bursa global rata-rata berakhir menghijau. Bursa saham di Amerika Serikat, Dow Jones Industrial Average ditutup 358,51 poin lebih tinggi menjadi 24.133,78, penutupan pertama di atas 24.000 sejak 17 April. Sedangkan indeks S&P 500 menambahkan 1,5% menjadi ditutup pada 2.878,48, dan Nasdaq Composite naik 1,1% untuk mengakhiri hari perdagangannya di 8.730,16

Sayangnya harga minyak mentah masih dalam tekanan. Di pasar Asia, pada jam pembukaan perdagangan pagi ini, Selasa (28/4/2020), minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni turun 5,56% dari posisi semalam, menjadi $ 12,07 per barel. Sedangkan patokan internasional berjangka minyak mentah Brent juga turun 2,65% menjadi $ 19,46 per barel.

Dengan memperhatikan pergerakkan IHSG sepanjang hari kemarin, pandemi Covid-19 di dalam negeri yang semakin menurun baik yang positif maupun yang meninggal, dan juga faktor eksternal, prediksi saya hari ini IHSG cenderung menguat dikisaran 4525 sd 4575.

Saham-saham yang mungkin layak dicermati dan masih punya ruang untuk menguat dalam jangka pendek antara lain JPFA, UNVR, TLKM, BBRI, BBNI, ASII, KLBF, WSKT, MYOR.

Kita harus optimis bahwa semuanya akan bisa teratasi dengan baik, namun juga realistis jangan mempunyai target yang berlebihan dulu. Semoga Tuhan bersama kita.

*** Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat Pasar Modal.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN