Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hasan Zein Mahmud, mentor Investa, mantan Dirut PT Bursa Efek Jakarta.

Hasan Zein Mahmud, mentor Investa, mantan Dirut PT Bursa Efek Jakarta.

KINERJA IHSG

Januari Biru atau Kelabu?

Sabtu, 30 Januari 2021 | 18:55 WIB
Oleh Hasan Zein Mahmud

Investor.id - Bursa saham menutup bulan Januari 2021 dengan raungan beruang merah. Tiga indeks utama Amerika ditutup turun rata rata 2%. Eropa sama menggiriskan, CAC turun lebih 2%, FTSE dan DAX sedikit lebih baik di sekitar angka yang sama. Asia nyaris setali tiga uang.

BEI terjun lebih dalam. Dari 21 hari perdagangan selama Januari, 12 hari mengukir warna merah. Bahkan tujuh hari terakhir, indeks turun beruntun. Dengan barisan saham yang menabrak demarkasi ARB (auto reject bawah), daftarnya makin panjang. Kenaikan tajam pada awal bulan, habis terkikis. Net inflows dana asing sebesar Rp 11 triliun selama Januari, tak banyak menolong.

Saya mengidentifikasi enam faktor fundamental di balik gejala bearish Januari itu:

[1] Belum muncul tanda tanda yang meyakinkan tentang keberhasilan kita mengalahkan pandemi virus corona (Covid-19).

[2] Ekonomi Indonesia 1Q21 masih berpeluang kontraksi. Konsumsi rumah tangga masih menurun. Demikian juga belanja ritel kuartal terakhir 2020. Dalam World Economic Outlook Update January 2021, IMF merevisi ke bawah perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021, dari 6,1% menjadi 4,8%. Downgrading yang luar biasa.

[3] Bursa saham, di Indonesia, kini menjadi ajang populer bagi kegiatan pencucian uang, korupsi dan deretan pelanggaran hukum lainnya. Yang menyedihkan, korban massif pelanggran hukum itu adalah investror ritel yang tak bersalah.

[4] Kinerja bank bank besar, sebagai penggerak utama IHSG, diperkirakan akan mengalami penurunan kinerja pada 2020 vis a dibanding 2019. Perbankan adalah pantulan sektor riil. Betapapun besarnya dana pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dikucurkan dan dikanalisasi lewat perbankan, tidak serta merta akan memperbaiki kualitas aset, menjaga biaya kredit dan mengerem laju NPL (non performing loan).

[5] Berbaliknya tren USD. Yang tadinya diperkirakan terus menurun, tiba tiba berbalik menguat. Komoditas yang mayoritas dihargai dalam USD, ceteris paribus, akan mengalami penurunan harga.

[6] Naiknya jumlah investor secara luar biasa, terutama dari kalangan milenial, bisa positif bisa negatif. Saya khawatir mereka lebih banyak melihat papan skor ketimbang belajar serius mengelola permainan

Semoga pada Februari IHSG tak mengibarkan warna imlek

*** Hasan Zein Mahmud, mentor Investa, mantan Dirut PT Bursa Efek Jakarta.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN